Hasil Asian Games 2026: Baharuddin Ramla finis keenam kayak 500 meter putri - ANTARA News Jawa Barat
Nagoya, Jepang (ANTARA) - Pedayung kano Indonesia Baharuddin Ramla finis di posisi keenam nomor kayak 500 meter tunggal putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Miyoshi Lake Canoe Course, Jepang, Sabtu.
Ramla mencatatkan waktu dua menit 8,808 detik dalam perlombaan yang diikuti delapan pedayung tersebut.
"Alhamdulillah aku sudah menampilkan yang terbaik. Tapi aku minta maaf, aku belum bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia. Kami sudah maksimal semaksimalnya menampilkan yang terbaik di sini," kata Baharuddin seusai perlombaan.
Medali emas nomor tersebut diraih pedayung China Nan Wang dengan catatan waktu 1 menit 55,999 detik. Medali perak menjadi milik atlet Uzbekistan Arina Tanatmisheva dengan waktu 1:57,769, sedangkan medali perunggu diraih atlet Stella Kazakhstan Sukhanova dengan waktu 1:59,688.
Ramla mengaku tidak mengalami kendala saat perlombaan, termasuk ketika melakukan start.
"Tadi pas waktu mau start tidak ada kendala sama sekali, aman, pas latihan juga aman sih," ujar Ramla.
Dia terpaut 12,809 detik dari Wang yang menjadi juara pada nomor tersebut. Pedayung Singapura Jiexian Stephenie Chen finis di posisi keempat dengan waktu 2:00,617, disusul atlet Iran Shafieian Noveir E di posisi kelima dengan catatan 2:00,733.
Sementara, atlet Vietnam Thi Huong Hoang menempati posisi ketujuh dengan waktu 2:09,347, dan pedayung Mongolia Rina Batgerel berada di posisi kedelapan.
Hasil tersebut membuat Ramla belum mampu menambah perolehan medali Indonesia dari nomor K1 500 meter putri.
Sebelumnya, pedayung kano Indonesia Herlin Aprilin Lali menyumbangkan medali perunggu dari nomor canoe single (C1) 200 meter putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Miyoshi Lake Canoe Course. Herlin finis di posisi ketiga setelah membukukan waktu 47,309 detik pada final nomor tersebut.
Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.