Hexnode Bangun Ekosistem Mitra, Bidik Pertumbuhan Pasar Indonesia
Melalui kerja sama tersebut, solusi Hexnode akan dipasarkan melalui jaringan reseller, system integrator, dan managed service provider (MSP) yang berada di bawah ekosistem Ingram Micro.
Skema ini tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan perusahaan terhadap pengelolaan perangkat digital terus meningkat seiring transformasi digital di berbagai sektor.
Vice President Sales EMEA & APJ Hexnode, Tim Bell mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang diprioritaskan dalam strategi ekspansi perusahaan di kawasan Asia Pasifik.
Menurut dia, besarnya pasar digital nasional membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan produk, tetapi juga dukungan mitra lokal yang kuat.
"Indonesia merupakan pasar dengan potensi yang luar biasa. Karena itu kami ingin memastikan menghadirkan produk yang benar-benar berkualitas sekaligus membangun dukungan lokal yang kuat," ujar Tim Bell di Jakarta.
Baca Juga: Gojek Perluas Program Apresiasi Mitra, Driver Kini Berpeluang Dapat Umrah hingga Beasiswa
Menurut Tim, membangun jaringan distribusi merupakan salah satu fondasi penting untuk mempercepat adopsi solusi enterprise di Indonesia. Oleh karena itu, Hexnode memilih bekerja sama dengan distributor yang telah memiliki jaringan luas dan pengalaman dalam pasar teknologi informasi.
"Bekerja sama dengan Ingram Micro merupakan tonggak penting bagi kami. Indonesia adalah pasar yang sangat besar sehingga kami membutuhkan distributor yang tepat dan mitra yang kuat untuk tumbuh bersama," katanya.
Selain memperluas jaringan distribusi, Hexnode juga mulai memperbesar investasinya di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia. Perusahaan saat ini memiliki tim lokal yang bertugas mendukung implementasi solusi kepada pelanggan maupun mitra bisnis, dan berencana menambah personel dalam waktu dekat.
"Kami terus melakukan ekspansi. Bahkan minggu ini kami masih melakukan proses rekrutmen untuk memperkuat tim di Indonesia agar dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada seluruh mitra," ujar Tim.
Ia menilai keberhasilan bisnis solusi enterprise tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi, tetapi juga kemampuan vendor memberikan layanan purnajual, pelatihan teknis, hingga dukungan implementasi kepada mitra.
Menurut Tim, Hexnode juga menyiapkan berbagai program insentif bagi jaringan mitra, mulai dari skema margin hingga program penghargaan untuk tim penjualan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis bersama sekaligus memperluas adopsi solusi endpoint management di Indonesia.
President Director Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi mengatakan peran distributor saat ini telah berkembang dari sekadar penyedia produk menjadi penghubung antara vendor global dengan ekosistem mitra lokal.
Menurut dia, Ingram Micro tidak hanya mendistribusikan teknologi, tetapi juga membantu reseller dan system integrator meningkatkan kapabilitas melalui pelatihan teknis, integrasi solusi, hingga dukungan pemasaran.
"Peran kami sebagai distributor tidak berhenti pada ketersediaan teknologi semata. Kami membangun kapabilitas lokal yang memungkinkan mitra kami memosisikan, menerapkan, dan mendukung solusi bagi pelanggan mereka secara efektif," kata Mulia.
Baca Juga: Red Hat Tunjuk Ingram Micro Jadi Distributor Layanan Open Source
Ia mengatakan kehadiran Hexnode dalam portofolio Ingram Micro juga membuka peluang bagi mitra untuk mengembangkan layanan managed services serta menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) di bidang endpoint management.
Melalui jaringan distribusi yang lebih luas, perusahaan berharap semakin banyak organisasi di Indonesia dapat mengadopsi solusi pengelolaan endpoint secara terpusat.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan perangkat kerja yang beragam, mulai dari komputer kantor, perangkat pribadi (BYOD), perangkat operasional lapangan, hingga perangkat khusus di sektor manufaktur, logistik, kesehatan, dan ritel.