Houthi Peringatkan Penumpang dan Maskapai Hindari Bandara Arab Saudi, Disebut Jadi Target Serangan
Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:15 WIB
Riyadh, VIVA – Kelompok Houthi di Yaman melontarkan peringatan kepada para penumpang agar tidak menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan setelah serangan bandara King Khalid Riyadh Arab Saudi yang menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang luka-luka.
Baca Juga
"Angkatan Bersenjata Yaman kembali memperingatkan seluruh perusahaan penerbangan dan pelayaran, para ahli, staf, pekerja, serta pelancong agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Arab Saudi," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui platform X dikutip dari laman AFP, Minggu (11/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saree melanjutkan bahwa Bandara dan wilayah udara tersebut berisiko menjadi sasaran dan merupakan medan operasi pasukan Houthi, kecuali bandara di Mekkah dan Madinah.
Baca Juga
Bandara Masih Ditutup Hingga Senin Besok
Sementara itu melansir laman Al Jazeerah, otoritas penerbangan Arab Saudi merilis Notice to Air Missions/NOTAM terkait perpanjangan penutupan bandara Internasional King Khalid.
Baca Juga
Berdasarkan NOTAM tersebut penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh diperpanjang hingga pukul 21.00 GMT atau senin (12/11/2026) pukul 04.00 WIB.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai perpanjangan penutupan bandara tersebut.
Bandara itu ditutup setelah serangan terbaru kelompok Houthi di Riyadh menewaskan 12 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka.
Houthi Klaim Serangan Terbaru di King Khalid
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seorang pejabat senior Houthi, Mohammed al-Bukhaiti mengakui bahwa milisi Hothi bertanggung jawab atas serangan terbaru di Bandara King Khalid Riyadh hingga menyebabkan 12 orang tewas dan 309 orang lainnya luka-luka. Dia menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Arab Saudi, termasuk terhadap infrastruktur sipil di Yaman.
"Houthi melancarkan serangan tersebut agar dunia memahami bahwa bandara, pelabuhan laut, gedung pernikahan dan pemakaman, rumah sakit, serta pasar di Yaman merupakan fasilitas sipil yang tidak boleh menjadi sasaran atau dirusak—dan bahwa aturan yang sama yang berlaku bagi fasilitas-fasilitas tersebut di Yaman juga harus berlaku bagi fasilitas sejenis di mana pun," katanya.
Trump: AS Kemungkinan Gabung Arab Saudi Lawan Houthi
Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa Washington mungkin akan bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi di Yaman menyusul serangan di Riyadh
VIVA.co.id
11 Oktober 2026