HYROX Minta Maaf usai Insiden Viral di Beijing, Janji Evaluasi Aturan
Jakarta, CNBC Indonesia - Co-founder HYROX, Moritz Furste, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kelalaian penanganan insiden pada kompetisi kebugaran di Beijing, China, akhir pekan lalu.
Melansir South China Morning Post, pihak penyelenggara kini tengah mengevaluasi operasional pertandingan dan memperbarui aturan kompetisi demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kompetisi tersebut menjadi sorotan publik setelah atlet elite asal Australia, Joanna Wietrzyk, mengalami diare dan inkontinensia saat bertanding di nomor individu putri. Meski mengalami kendala fisik yang terbilang berat, atlet berusia 24 tahun tersebut tetap melanjutkan perlombaan hingga finis di posisi pertama dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 23 detik.
Rekaman kejadian itu dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas kebugaran. Publik mempertanyakan standar kebersihan arena, sanitasi lintasan, hingga perlakuan bagi atlet lain yang harus menggunakan peralatan dan jalur yang sama setelah insiden terjadi.
Perdebatan mengenai konsistensi aturan juga mengemuka. Banyak pihak membandingkan kejadian ini dengan kasus atlet lain yang pernah dijatuhi penalti dua menit hanya karena menumpahkan air di luar area resmi, sementara Wietrzyk tidak mendapatkan penalti sama sekali.
Dua hari pasca-kejadian, Furste memberikan klarifikasi langsung melalui akun resmi HYROX World untuk merespons gelombang kritik masyarakat.
"Saya perlu berbicara langsung kepada Anda semua mengenai peristiwa terkini di Tiongkok," ujar Furste. "Saya memohon maaf kepada semua pihak yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, serta kepada siapa pun yang merasa bahwa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya."
Furste mengakui adanya keterlambatan respons dari panitia di lapangan dan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya.
"Kami tidak segera bereaksi saat balapan berlangsung," aku Furste. "Pada akhirnya, tugas sayalah untuk mengantisipasi potensi insiden semacam ini, dan saya tidak melakukannya."
Revisi Prosedur dan Buku Peraturan
Sebagai langkah konkret, HYROX saat ini tengah meninjau ulang seluruh prosedur operasional pertandingan. Organisasi memperbarui buku peraturan resmi serta merancang penanganan insiden kesehatan yang lebih ketat untuk ajang-ajang berikutnya.
"Kami terus belajar dan berupaya menjadi lebih baik setiap harinya," kata Furste menuturkan komitmennya.
Di sisi lain, Wietrzyk memilih tidak banyak berkomentar terkait insiden tersebut. Melalui unggahan Instagram Story yang sempat diunggah lalu dihapus, ia hanya menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya sembari menuliskan bahwa kemenangan tetaplah sebuah kemenangan.
Saat ini publik menanti realisasi dari pengetatan prosedur sanitasi dan penanganan darurat yang dijanjikan oleh manajemen HYROX pada ajang mendatang.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]