Liputan6.com, Jakarta - Indonesia Bullion Market Association (IBMA) menargetkan integrasi pelaku industri emas dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem bullion Indonesia, sekaligus menjadikan emas sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Ketua Umum IBMA, Selfi Dewiyanti, mengatakan bahwa IBMA hadir sebagai wadah aspirasi pelaku industri emas yang menjembatani regulator, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menyelaraskan kebijakan pengembangan ekosistem bullion.

“Peran IBMA adalah menjadi wadah aspirasi semua pelaku industri emas sekaligus jembatan antara regulator, pemerintah, dan pelaku industri,” kata Selfi dalam konferensi pers peluncuran IBMA, Kamis (20/8/2026).

Selfi menjelaskan, IBMA akan menjalankan tiga tahapan program prioritas, yaitu edukasi dan literasi pada jangka pendek, penguatan kebijakan pada jangka menengah, serta kemitraan strategis dengan pasar global pada jangka panjang.

Pada tahap awal, IBMA fokus memperbanyak kegiatan edukasi dalam satu hingga dua tahun ke depan, serta menggelar Indonesia Gold Expo sebagai ruang pertemuan para pelaku industri dari sektor pertambangan hingga sektor hilir.

“Gold Expo akan menjadi tempat berkumpulnya seluruh pelaku industri dari sektor mining, hulu, hingga ke hilir,” ujar Selfi.

Literasi dan Inklusi Emas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meresmikan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) pada Kamis (20/8/2026). (Liputan6.com/Christian)

Perbesar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meresmikan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) pada Kamis (20/8/2026). (Liputan6.com/Christian)

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal IBMA, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa IBMA akan memaksimalkan potensi sumber daya emas Indonesia—baik yang masih tersimpan di dalam bumi, hasil eksplorasi, maupun emas yang ada di tangan masyarakat.

Ia menegaskan, prioritas utama IBMA pada tahun pertama pembentukan adalah mengintegrasikan seluruh pelaku industri ke dalam ekosistem bullion nasional.

“Fokus tahun pertama kami adalah mengintegrasikan seluruh pelaku industri emas semaksimal mungkin agar masuk ke dalam ekosistem bullion di Indonesia,” kata Anton.

Anton menambahkan, IBMA juga akan mempercepat tingkat literasi dan inklusi emas agar komoditas tersebut dapat terintegrasi dengan baik ke dalam industri keuangan nasional, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi baru.

Memasuki tahap jangka menengah, Selfi menyebut IBMA akan aktif mengkaji berbagai kebijakan yang mendukung perkembangan ekosistem bullion, termasuk penyesuaian regulasi perpajakan.

Dalam jangka panjang, IBMA menargetkan pembentukan kemitraan strategis dengan para pemain global untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem bullion di kawasan Asia Tenggara.

Ekosistem Bullion Capai 153 Ton

Ia menekankan bahwa IBMA tidak hanya berfokus pada peningkatan tonase pengelolaan emas, melainkan juga mendorong keterhubungan dan kolaborasi yang erat di antara seluruh pelaku industri. Adapun saat ini, pengelolaan emas di Pegadaian dan ekosistem bullion tercatat telah mencapai lebih dari 153 ton.

“Program utama kami bukan hanya meningkatkan tonase, melainkan membuat semua pelaku industri lebih maju, saling terhubung (align), dan saling mendukung,” ujar Selfi.

IBMA berkomitmen penuh mendukung roadmap pemerintah untuk pengembangan ekosistem bullion periode 2026–2031 melalui program edukasi, kajian kebijakan, dan perluasan keanggotaan asosiasi.

Didirikan oleh 11 pengurus awal, IBMA membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh pelaku industri emas untuk bergabung demi memperkuat legitimasi dan mempercepat pembangunan ekosistem bullion Indonesia.

“Semakin banyak pelaku industri yang bergabung, semakin kuat aspirasi IBMA untuk memperkuat ekosistem bullion Indonesia,” tutup Selfi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6