Senin, 13 Juli 2026 - 13:23 WIB

VIVA – Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga presenter sekaligus komedian Vega Darwanti. Sang ibunda tercinta, RA Dian Arunda Dewanthy, meninggal dunia pada Senin 13 Juli 2026 dini hari. Kabar berpulangnya ibunda Vega pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial yang kemudian dibagikan ulang oleh Vega.
Melalui Instagram Story, Ruben Onsu menyampaikan kabar duka tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah.

Baca Juga

"Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun. Telah meninggal dengan tenang ibunda dari Vega Darwanti, RA DIAN ARUNDA DEWANTHY BINTI RM YARMAN MANGKUATMODJO," tulis Ruben Onsu, dikutip Senin 13 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unggahan itu kemudian dibagikan kembali oleh Vega Darwanti sebagai bentuk konfirmasi atas kabar duka yang tengah dialami keluarganya. Berdasarkan informasi yang disampaikan, RA Dian Arunda Dewanthy mengembuskan napas terakhir pada pukul 01.37 WIB.

Baca Juga

Di tengah suasana berkabung, Vega turut mengungkap kondisi kesehatan sang ibunda sebelum meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa almarhumah telah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih dua bulan akibat sejumlah penyakit yang dideritanya.

Menurut Vega, ibundanya memiliki riwayat hipertensi yang sudah berlangsung cukup lama. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, keluarga juga mengetahui bahwa sang ibu mengidap diabetes atau penyakit gula yang kondisinya cukup tinggi.

Baca Juga

"Sudah dua bulan kan memang menjalani perawatan. Sebelumnya, pernah masuk rumah sakit juga dan akhirnya kita yang rawat di rumah. Kita semua yang ngerawat mama bergantian," ungkap Vega Darwanti, mengutip tayangan YouTube, Senin 13 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vega menjelaskan bahwa setelah keluar dari rumah sakit, keluarganya memutuskan untuk merawat sang ibu di rumah. Ia bersama kedua saudaranya bergantian mendampingi dan memenuhi kebutuhan ibunda setiap hari tanpa menggunakan perawat khusus, kecuali saat diperlukan tindakan medis tertentu.

"Hipertensi sudah lama memang dan ternyata ada gula juga. Penyebabnya karena gula tinggi, tensi juga tinggi kan kena ke syaraf. Gak ada suster atau tenaga medis ke rumah, pokoknya kita anak-anaknya bertiga full ngurus mama secara bergantian. Kecuali ketika mama harus pakai kateter ya jadi harus ada tenaga medis," sambungnya.

Halaman Selanjutnya

Dari penuturan Vega, komplikasi antara tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tidak terkendali diduga menjadi penyebab kondisi kesehatan ibundanya terus menurun hingga akhirnya berpulang.