IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220
Jumat, 31 Juli 2026 - 14:24 WIB
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau saat perdagangan sesi II dibuka pada Jumat, 31 Juli 2026. Berdasarkan tampilan pergerakan indeks pada pukul 14.05 WIB, IHSG berada di level 6.220,32, naik 33,96 poin atau 0,55% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.186,36.
Baca Juga
Kinerja tersebut menunjukkan IHSG berhasil mempertahankan tren positif setelah mengakhiri perdagangan sesi I di level 6.216,27, atau menguat 29,91 poin (0,48%). Memasuki sesi II, penguatan indeks bahkan sedikit bertambah sehingga tetap berada di area hijau.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari grafik perdagangan intraday, IHSG sempat bergerak fluktuatif sepanjang pagi, namun tetap mampu bertahan di atas level psikologis 6.200. Pergerakan indeks hingga awal sesi II berada dalam rentang 6.201 hingga 6.236, sejalan dengan data perdagangan pada sesi pertama.
Baca Juga
Mayoritas Saham Menguat
Pada sesi I, penguatan IHSG ditopang oleh dominasi saham yang mencatatkan kenaikan. Sebanyak 437 saham berada di zona hijau, sementara 192 saham melemah dan 159 saham stagnan.
Baca Juga
Aktivitas perdagangan juga tergolong tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp11,11 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18,67 miliar saham yang berpindah tangan melalui sekitar 1,13 juta kali transaksi.
Data pada tampilan perdagangan juga menunjukkan posisi:
- Open: 6.219,62
- High: 6.236,62
- Low: 6.201,89
- Previous Close: 6.186,36
Posisi IHSG yang dibuka di atas penutupan sebelumnya sekaligus mampu bertahan di area positif hingga awal sesi II mencerminkan masih terjaganya optimisme pelaku pasar.
Sentimen Global Masih Menjadi Penopang
Penguatan IHSG masih didorong oleh membaiknya sentimen global. Minat investor terhadap aset berisiko meningkat setelah inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan.
Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada Juni turun menjadi 3,7% secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal II juga melambat menjadi 1,5% yoy.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan September mendatang.
Selain itu, pasar juga mendapat sentimen positif dari hasil pertemuan Politbiro China. Pemerintah China kembali menegaskan komitmennya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui dukungan fiskal, menjaga stabilitas sektor properti, pasar tenaga kerja, dan sistem keuangan.
Halaman Selanjutnya
Faktor Domestik Ikut Mengangkat IHSG