IHSG melemah ikuti bursa global tertekan kenaikan harga minyak
IHSG melemah ikuti bursa global tertekan kenaikan harga minyak
Rabu, 2 September 2026 13:15 WIB
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). IHSG pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup menguat 100,12 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.401,89 dikarenakan pelaku pasar merespons target disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2027. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak melemah mengikuti bursa kawasan Asia dan global, akibat tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah.
Dibuka menguat, IHSG pukul 09.50 WIB bergerak melemah 37,34 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.562,60.Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,61 poin atau 0,70 persen ke posisi 649,80..
"Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang akan menutup gap di 6.705. Jika tidak, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635 ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, harga minyak mentah global dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (01/09).
Harga minyak ditutup naik hampir 5 persen pada Selasa (01/9), seiring meningkatnya ketegangan politik antara AS dengan Iran. Sedangkan U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 3 bps di level 4,792 persen, akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang melambat namun secara keseluruhan tetap tangguh, sehingga probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 sekitar 68 persen.
Data Job Openings menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS pada Juli 2026 tercatat sebanyak 7,27 juta dari sebelumnya 7,18 juta pada Juni 2026, namun lebih rendah dari perkiraan sebesar 7,33 juta.
Baca juga: Sekjen PBB desak konflik AS-Iran diselesaikan lewat perundingan
Baca juga: Baqaei: Iran akan balas serangan AS dengan tegas
Adapun, tekanan jual terhadap obligasi pemerintah AS dan pasar obligasi utama lainnya semakin intensif pada Selasa (01/9), dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai inflasi dan utang fiskal.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, yang menjadi acuan, mencapai level tertinggi sejak November 2023, sementara imbal hasil tenor 2 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024.
Sementara itu, imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun mencapai level 3 persen untuk pertama kalinya sejak Agustus 1996, imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Maret 2011, dan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris dengan tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juli 2007.
Dari dalam negeri, data inflasi domestik meningkat menjadi 3,19 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, dari sebelumnya 2,88 persen (yoy), yang didorong oleh kenaikan harga makanan, transportasi dan kenaikan inflasi inti di level 2,96 persen (yoy) dari sebelumnya 2,76 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Indeks manufaktur PMI kembali mengalami kontraksi du level 49,8 pada Agustus 2026 dari sebelumnya di level 50,2 pada Juli 2026. Meskipun berada pada area kontraksi, namun masih lebih baik dibandingkan posisi pada bulan April dan Juni 2026.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Untuk mencapai sasaran tersebut, pertumbuhan investasi perlu dipercepat hingga 7 persen.
Target pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi arah utama kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan RAPBN 2027. Investasi pemerintah akan berperan sebagai katalis.
Adapun, sektor swasta didorong menjadi motor utama investasi. Danantara akan berkontribusi terhadap investasi di sektor strategis dan hilirisasi.
Bursa Eropa kompak melemah pada Selasa (01/09), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,81 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,32 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,10 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,39 persen.
Bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Selasa (01/09), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,71 persen ke 7.631,47, indeks Nasdaq Composite melemah 1,03 persen ke 26.009,77, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,79 persen ke 52.766,88.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 2,65 persen ke 64.456,00, indeks Shanghai melemah 0,88 persen ke 3.944,68, indeks Hang Seng melemah 1,36 persen ke 24.990,76, indeks Kospi melemah 2,9p persen ke 6.637,52, sementara indeks Strait Times melemah 0,09 persen ke 5.705,60.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG melemah ikuti bursa global tertekan kenaikan harga minyak
Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026