Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe menghadirkan layanan jemput bola guna memperluas akses pelayanan keimigrasian kepada masyarakat di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe Azhan Miraza di Lhokseumawe, Kamis, mengatakan layanan jemput bola tersebut merupakan inovasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan paspor secara cepat, mudah, dan berkualitas tanpa harus terkendala jarak maupun akses," katanya.

Layanan paspor jemput bola tersebut dengan hadir langsung dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (22/7).

Sebelum pelayanan dimulai, kata Azhan Miraza, petugas melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana pelayanan hingga koordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Masyarakat yang hadir juga diberikan edukasi mengenai persyaratan permohonan paspor, alur pelayanan, serta pemeriksaan awal terhadap kelengkapan dokumen agar proses permohonan dapat berlangsung secara optimal.

Seluruh tahapan pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, meliputi pemeriksaan dan verifikasi dokumen, pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari, hingga proses wawancara bagi setiap pemohon.

Dengan didukung petugas yang profesional dan sistem pelayanan yang terintegrasi, seluruh proses berlangsung secara transparan, akuntabel, serta mengedepankan kemudahan, ketepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat.

"Antusiasme masyarakat terhadap layanan jemput bola mampu menghemat waktu, biaya, serta memberikan kemudahan karena pelayanan dapat diakses lebih dekat dengan tempat tinggal mereka tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi," katanya.

Azhan Miraza menyebutkan tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh turut memantau inovasi paspor layanan jemput bola. Pemantauan tersebut sebagai bagian dari pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan keimigrasian di wilayah Aceh. 

Menurut dia, pemantauan bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. 

"Kehadiran kantor wilayah juga menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai inovasi pelayanan yang dilaksanakan oleh satuan kerja guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian," katanya.

Azhan Miraza menambahkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe akan terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah kerja, sehingga pelayanan keimigrasian dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas.

"Kami terus berupaya memperluas jangkauan layanan keimigrasian sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap inovasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan keimigrasian prima, inovatif, efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," kata Azhan Miraza
 

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.