Indahnya Evolusi Perhiasan Subeng dalam Instalasi Seni yang Digelar Tulola
Jakarta -
Keindahan subeng dipamerkan dalam instalasi seni sekaligus kolaborasi kreatif yang sedang digelar Tulola. Brand perhiasan etnik milik Happy Salma ini kembali mengajak publik melihat sekaligus melestarikan warisan budaya. Dalam eksibisi kali ini, pengunjung bisa melihat perjalanan subeng dari masa lalu ke masa depan.
Tulola menggelar instalasi menggandeng sejumlah seniman lokal dalam acara tahunan, Kawan Nusantara. Bertajuk 'Evolusi : Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom', acara ini berlangsung 23 - 24 Juli 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta.
"Kami merasa seniman berkarya bukan hanya untuk bertahan tapi ada proses kehidupan kita. 19 tahun kita tumbuh, kami tidak berdiri sendiri, kami juga berkolaborasi dengan pihak dengan keberagaman sudut pandang yang membuat kita jadi bijaksana. Jadi kami juga mau sharing pemikiran proses kreatif karena mbuat perhiasan juga lahir dari perjalanan kita sebagai manusia," ujar Happy mengenai acaranya dalam konferensi pers pada Kamis, (23/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instalasi Kawan Nusantara Tulola 'Evolusi' Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Tema 'Evolusi' sendiri diterjemahkan ke dalam instalasi artistik yang menelusuri perjalanan subeng, ornamen telinga tradisional Bali. Karya seni tersebut dikurasi oleh Trianzani Sulshi sebagai arsitek yang menjadi stage designer dan curator acara kali ini.
Dalam paparannya, Trianzani menganalogikan 'Evolusi' sebagai dialog antara memori dan masa depan. Dikatakan bahwa instalasi ini nantinya bisa memicu diskusi terbuka mengenai isu sosial sebagai bahan kontemplasi penikmatnya.
"Setelah melihat instalasi ini, aku mau mereka bisa memiliki kemampuan mengkonsumsi secara pemikiran, nggak cepat judge orang. Kita bisa step back dan merekonstruksikan kembali keputusan kecil di balik keputusan besar yang nantinya jadi artefak budaya," kata Trianzani.
Salah satu seniman Bali yang berpartisipasi adalah Kadek Dwi Darmawan. Melalui karyanya, ia berharap pengunjung bisa membawa pesan tentang keselarasan. "Nilai yang kita bisa bawa adalah tentang keselarasan itu sendiri bahwa setiap perubahan selalu dimaknai keselarasan," jelas Kadek.
Instalasi Kawan Nusantara Tulola 'Evolusi' Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Instalasi Evolusi
Instalasi tersebut terbagi menjadi empat tahap yang merepresentasikan perjalanan subeng, yakni Persembahan, Ekspresi, Nilai, dan Transformasi. Wolipop berkesempatan untuk mengintip karya seni penuh makna tersebut. Di tahap pertama, motif subeng ditampilkan dengan pola arsitektur padma, terinspirasi oleh bentuk bangunan tradisional Bali yang digunakan sebagai tempat persembahan.
Sedangkan dalam tahap Ekspresi, bentuk subeng diwujudkan dalam motif bunga lotus, dipadukan dengan tanaman rambat dan tangkainya yang menjulur ke segala arah, sebagai representasi dari seni ukir subeng yang semakin ekspresif dan bernilai estetik.
Masuk ke tahap Nilai, subeng sudah memasuki ruang sosial dan ekonomi yang lebih luas, sehingga dilihat sebagai produk kriya yang memiliki nilai ekonomi. Motif keranjang yang dipadukan dengan motif bunga lili dipilih karena menjadi simbol aktivitas ekonomi sekaligus simbol terjalinnya hubungan sosial.
Instalasi Kawan Nusantara Tulola 'Evolusi' Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Sampai di akhir, tahap Transformasi menampilkan bentuk subeng mengadopsi elemen tipografi bertuliskan 'Evolusi' yang menjadi penanda bahwa tradisi tidak pernah berhenti bergerak.
Selain instalasi, Tulola sendiri meluncurkan koleksi Artwear 'EVOLUSI' yang bisa ditemukan di sana. Rangkaian aksesori itu terdiri dari 48 items berupa anting, subeng, brooch, sirkam, kalung dan gelang, yang memadukan kepiawaian pekerjaan tangan dengan teknik seni perhiasan adiluhung Nusantara.
(ami/ami)