Indonesia dan India buka kemitraan di sektor digital
Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan India membuka babak baru kemitraan di sektor digital melalui riset serta pengembangan teknologi hingga kecerdasan buatan (AI).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria dalam keterangannya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (1/8) menyatakan bahwa hubungan kedua negara yang terjalin sejak era jalur rempah berabad-abad lalu kini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta dan infrastruktur digital serta inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi," ujar Nezar.
Nezar juga mengatakan hal tersebut dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/8).
Baca juga: Kemenkomdigi siapkan regulasi atasi ancaman "deepfake" berbasis AI
Baca juga: Kemkomdigi ajukan izin prakarsa Rancangan Perpres terkait AI
Wamen Nezar menyatakan India sebagai mitra alami yang berpengalaman membangun infrastruktur publik digital. Sementara itu, Indonesia memiliki bonus demografi serta sumber daya strategis untuk memperluas potensi pemanfaatan AI.
Lebih lanjut Wamen Nezar mengatakan regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret.
Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global.
Pemerintah mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.
"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas," tegas Wamen Nezar.
Ia menambahkan Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi strategis di persimpangan Indo-Pasifik.
Momentum penguatan kemitraan kedua negara semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru.
Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai fondasi kolaborasi AI.
Sebagai tindak lanjut, Wamen Nezar mendorong kolaborasi yang lebih erat melalui pertukaran peneliti AI, pengembangan startup, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan perusahaan teknologi India di Indonesia.
"Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan," tambah Wamen Nezar.
Wamen Nezar juga menegaskan Kemkomdigi berkomitmen memastikan setiap kolaborasi Indonesia dan India memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Aktivitas perempuan Kaltara: PP Tunas langkah positif dan dibutuhkan
Baca juga: Kemkomdigi dan Pemprov Jatim kolaborasi cetak 20 ribu talenta digital
Baca juga: Pembekuan Worldcoin, WorldID dan upaya melindungi data pribadi rakyat
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.