Indonesia tekankan pentingnya ketahanan nasional di Majelis Umum PBB - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Indonesia menjadikan ketahanan nasional sebagai pondasi untuk berkontribusi mewujudkan ketahanan global dan multilateralisme, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Membangun multilateralisme yang kuat dimulai dari bangsa-bangsa yang tangguh. Hal itu dimulai dari rumah, dan Indonesia sudah lama memahami ini selama berdasawarsa lamanya,” kata Sugiono dalam pernyataan nasional Indonesia yang disampaikan pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu waktu setempat.
Sebagaimana dipantau di Jakarta, Ahad, dia mengatakan ketahanan nasional Indonesia ditujukan untuk menjaga identitas nasional, melindungi kedaulatan dan persatuan, dan menjaga pembangunan di tengah tantangan dan rintangan.
Mengingat intisari dari ketahanan nasional terletak pada rakyat yang hidupnya terjamin di berbagai lini, Indonesia akan terus memperjuangkan ketahanan pangan dan memperkuat ketahanan energi, ujar Menlu Sugiono.
“Hal tersebut berarti berinvestasi pada masa depan rakyat dengan memastikan anak-anak kita menerima pendidikan berkualitas dan memastikan rakyat kita mendapat akses untuk layanan kesehatan dasar,” tuturnya.
Ia menuturkan bahwa dalam memupuk ketahanan nasional, Indonesia berhasil mempertahankan persatuan di tengah keberagaman suku bangsa seperti tercermin dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.
Keberagaman bukanlah sesuatu untuk ditaklukkan, tetapi sesuatu yang mesti dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan, kata Sugiono.
“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujarnya.
Indonesia juga memandang penting peran hak asasi manusia (HAM) dalam membangun resiliensi nasional, yang dilaksanakan melalui mekanisme nasional dan komitmen terhadap kewajiban HAM internasional.
“Hal ini selaras dengan upaya kami membangun ketahanan nasional, karena HAM tak hanya bermakna tiadanya kekerasan, tetapi juga terjaminnya pangan, pendidikan, dan kesehatan bagi rakyat,” tuturnya.
Dengan memastikan ketahanan nasional, Indonesia akan dapat berkontribusi semakin jauh hingga mewujudkan ketahanan kawasan maupun ketahanan global, ujar Menlu RI.
“Dengan ini, ketahanan nasional menjadi ketahanan kolektif, dan dengan inilah ketahanan nasional membantu kami memajukan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Sugiono, merujuk pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Namun demikian, dia juga mengingatkan bahwa ketahanan nasional dan kawasan juga harus disokong oleh sistem multilateral yang dapat mendukung dan menjaganya. Karena itu, PBB harus terus didukung dalam menjalankan tugasnya.
Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia yang sudah hadir di New York sejak Senin (21/9). Sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya pada Sabtu, Sugiono telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan bilateral.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia tekankan pentingnya ketahanan nasional di Majelis Umum PBB
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.