Insiden Agen OpenAI, Foto Pengguna ChatGPT Tersebar di Internet
Jakarta, CNN Indonesia --
OpenAI melaporkan bahwa agen kecerdasan buatan (AI) mereka kembali lepas kendali dan membocorkan puluhan gambar milik pengguna ChatGPT.
Perusahaan berterus terang bahwa 53 gambar milik pengguna ChatGPT telah dibocorkan ke internet oleh sejumlah agen mereka. OpenAI menolak mengatakan apakah gambar-gambar tersebut foto yang dihasilkan AI atau foto orang sungguhan, serta menolak merinci kapan gambar-gambar tersebut diunggah.
Sebagian besar gambar yang dibocorkan saat ini sudah ditarik oleh OpenAI. Pihaknya juga sedang meminta kepada penyedia hosting untuk menghapus sisanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pada Jumat, New York Times juga melaporkan bahwa agen AI milik OpenAI telah bertindak di luar kendali dengan mengakses situs-situs web yang tak semestinya, termasuk milik Kementerian Pendidikan AS, Kementerian Perdagangan AS, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
Aksi itu terjadi pada musim panas ini "tanpa sepengetahuan" OpenAI. Perusahaan mengaku sedang menyelidiki insiden tersebut.
Menurut laporan New York Times, agen AI yang membbol situs-situs tersebut merupakan bot yang dapat bertindak secara otonom.
Meski bukan pelanggaran keamanan karena yang diakses adalah informasi publik, insiden-insiden ini disebut sebagai contoh dari teknologi yang berperilaku dengan cara tidak terduga dan mengkhawatirkan.
Aksi-aksi bot di luar kendali ini ditemukan saat perusahaan melakukan tinjauan terhadap peretasan yang dilakukan agen AI mereka, di antaranya adalah insiden peretasan situs web pemerintah Australia dan pembobolan situs Hugging Face.
Investigasi internal terhadap peretasan Hugging Face mengungkap bahwa agen OpenAI telah membobol situs layanan kesehatan Medicare milik pemerintah Australia yang bukan informasi publik. Hasil penyelidikan juga mendapati bahwa bot-bot AI telah membuat data palsu dan memindahkan sejumlah file ke internet terbuka tanpa izin.
Pada pertengahan September, seseorang yang mengetahui persoalan ini mengatakan bahwa OpenAI telah menemukan puluhan insiden ketika agen-agennya bertindak dengan cara yang tidak diinginkan. Jumlah ini terus meningkat seiring penelitian yang terus dilakukan terhadap log internal aktivitas agen.
Sejak peretasan Hugging Face, industri-industri AI ramai-ramai melakukan penyelidikan dan menemukan perilaku serupa dari agen-agen bot mereka.
Aksi ini menimbulkan kekhawatiran luas tentang kemampuan perusahaan untuk mengendalikan model AI yang mereka kembangkan dengan lebih canggih.
Sejumlah perusahaan telah menyerukan agar industri kecerdasan buatan "mengatur kecepatan" pengembangan AI dan bergerak hati-hati dalam upaya mencapai "peningkatan diri secara rekursif".
Data personel Pentagon bocor
Di tengah maraknya aktivitas janggal bot AI, muncul pula laporan bahwa data-data personel militer di Pentagon bocor.
CNN melaporkan bahwa kebocoran tersebut melibatkan informasi seperti nomor jaminan sosial dan informasi pribadi lainnya dari personel militer AS yang masih aktif maupun yang telah pensiun.
Menurut surat yang dikirim DMDC kepada para korban kebocoran, "pengguna tidak sah" telah memperoleh akses ke server komputer milik Defense Manpower Data Center (DMDC) pada Oktober lalu.
Tidak diketahui berapa banyak yang terkena dampak. Military Times memperkirakan empat juta personel Kementerian Pertahanan kemungkinan menjadi korban kebocoran ini.
Sejauh ini belum jelas siapa yang berada di balik aksi ini. Data yang dicuri sendiri disebut tidak dienkripsi.
"Kami mengambil tindakan yang tepat untuk menilai dan meningkatkan postur keamanan siber sistem DMDC," bunyi surat tersebut.
(blq/dmi)