Insiden Flydubai, Netanyahu Dituding Lakukan Operasi 'Bendera Palsu' Picu Perang Baru
Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:03 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dituding merencanakan operasi pembajakan menggunakan skenario false flag (bendera palsu) dengan melibatkan pesawat asal Uni Emirat Arab untuk menyeret Amerika Serikat terlibat ke perang baru dengan Iran.
Baca Juga
Tudingan itu dilaporkan media televisi milik Pemerintah Iran, Press TV, Kamis (1/10/2026), mengutip sumber regional yang dianggap mengetahui hal itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sumber tersebut mengatakan insiden yang melibatkan penerbangan maskapai flydubai dari Dubai ke Tel Aviv pada Rabu (30/9) merupakan bagian dari rencana tersebut.
Baca Juga
Operasi itu dibahas dan disepakati selama kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab selama tiga hari sebelum insiden penerbangan tersebut terjadi, kata sumber itu.
Sumber tersebut juga mengatakan Netanyahu didampingi beberapa pejabat tinggi militer dan intelijen dalam kunjungan rahasia itu.
Baca Juga
Selain itu, pembahasan dalam pertemuan itu melibatkan pejabat dari beberapa negara Arab untuk berfokus pada perancangan operasi yang nantinya dapat disalahkan kepada Iran.
Sumber Press TV itu juga mengatakan tujuan dari hal tersebut adalah untuk menyeret Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam perang lain melawan Iran.
Sumber tersebut juga mengaitkan rencana itu dengan situasi politik dalam negeri Israel, dengan menyatakan bahwa Netanyahu khawatir mengenai prospek koalisinya dalam pemilihan parlemen yang akan datang.
Press TV tidak mengungkap identitas sumber maupun menyajikan bukti dalam laporannya untuk memperkuat tuduhan tersebut.
Belum ada tanggapan langsung dari Israel, Uni Emirat Arab, maupun AS terkait tuduhan tersebut.
Tuduhan itu muncul sehari setelah penerbangan flydubai FZ1073, yang mengangkut 174 penumpang dari Dubai ke Tel Aviv, melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz di Kota Tabuk, Arab Saudi.
Rabu (30/9/2026), flydubai menyatakan terjadi "perselisihan di kokpit" dan awak pesawat dapat mengamankan pesawat sebelum pesawat tersebut dialihkan dengan selamat ke Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pihak otoritas bandara Arab Saudi menyatakan kapten dan kopilot pesawat tersebut mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat.
Pusat Keselamatan Transportasi Nasional Arab Saudi kemudian membuka penyelidikan terkait insiden tersebut.
Halaman Selanjutnya
Flydubai mengumumkan bahwa penerbangan menuju dan dari Israel akan ditangguhkan sementara selama penyelidikan berlangsung.