Sabtu, 26 September 2026 - 12:39 WIB

Jakarta VIVA – Bagi investor, likuiditas merupakan faktor penting. Saham yang ramai diperdagangkan umumnya lebih mudah dibeli maupun dijual tanpa terlalu memengaruhi harga, sehingga lebih leluasa dimasukkan ke dalam portofolio, termasuk oleh investor dengan dana besar.

Baca Juga

Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kenaikan sekitar 14% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, penguatannya mencapai sekitar 34%, melampaui kinerja saham pembanding di sektor asuransi dan IHSG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguatan tersebut membuat TUGU menjadi salah satu saham asuransi yang menonjol sepanjang 2026. Dengan kinerja yang mengungguli indeks acuan, saham perusahaan asuransi umum yang dikenal lewat keahliannya di sektor energi ini mulai kembali masuk radar pelaku pasar.

Baca Juga

Kenaikan harga itu diikuti aktivitas perdagangan yang semakin ramai. Rata-rata nilai transaksi harian TUGU pada September 2026 mencapai sekitar Rp6,2 miliar, naik dari Rp2,9 miliar pada Agustus.

Artinya, nilai transaksi harian saham TUGU meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam kurun satu bulan. Lonjakan seperti ini kerap menandakan bertambahnya jumlah investor yang aktif memperdagangkan saham tersebut.

Baca Juga

Nilai transaksi tersebut menjadi yang tertinggi sejak Maret 2026. Meningkatnya likuiditas memberi ruang lebih besar bagi investor untuk mencermati saham TUGU.

Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim melihat valuasi TUGU masih menarik dibandingkan emiten asuransi umum domestik lainnya.

Dalam perhitungan Trimegah, saham TUGU diperdagangkan pada sekitar 0,5 kali price-to-book value (PBV) proyeksi 2026. Rata-rata PBV perusahaan pembanding berada di sekitar 1,3 kali.

PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku atau ekuitas perusahaan per lembar saham. PBV sekitar 0,5 kali berarti pasar menghargai saham TUGU kira-kira separuh dari nilai bukunya. Sebaliknya, saham perusahaan pembanding rata-rata dihargai lebih tinggi daripada nilai bukunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dibandingkan secara langsung, valuasi TUGU berada sekitar 60% di bawah rata-rata perusahaan pembanding. Selisih sebesar ini menjadi alasan utama Trimegah menilai saham TUGU masih memiliki daya tarik meski harganya sudah naik cukup tinggi tahun ini.

“TUGU saat ini diperdagangkan hanya sekitar 0,5 kali FY26F PBV dibandingkan 1,3 kali pada peers, meskipun mampu menghasilkan ROE yang lebih tinggi. Kombinasi kesenjangan valuasi dan profitabilitas yang lebih kuat menjadi faktor yang menarik untuk diperhatikan,” kata Kharel dikutip dari keterangannya, Sabtu, 26 September 2026.

Halaman Selanjutnya

Kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena Trimegah memperkirakan tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) TUGU terus membaik. ROE diproyeksikan naik dari 7,7% pada 2025 menjadi 8,2% pada 2026.