Israel dan Lebanon siap negosiasi lanjutan

Selasa, 28 Juli 2026 13:59 WIB

Image Print

Seorang pria bekerja di reruntuhan rumah-rumah yang rusak di Al-Faouqa, Nabatieh, Lebanon selatan, 23 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho

Washington (ANTARA) - Pembicaraan putaran selanjutnya antara Israel dan Lebanon, yang dimediasi Amerika Serikat, akan digelar di Roma pekan depan, di mana para negosiator berupaya memanfaatkan kemajuan terbaru dalam rangka implementasi perjanjian kerangka kerja keamanan.

"Kami memasuki pembicaraan ini dengan momentum signifikan setelah peluncuran zona percontohan pertama di Lebanon selatan dan pertemuan produktif antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dengan Presiden AS Donald Trump pekan lalu," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip media lokal AS pada Senin (27/7).

Menurut pejabat tersebut, pertemuan kelompok kerja teknis akan digelar di Roma pada 4-6 Agustus mendatang dan akan berfokus pada upaya mempercepat implementasi penuh perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani bulan lalu.

Baca juga: Rusia minta AS klarifikasi mengenai Alaska sebelum usul damai Ukraina

Agenda pertemuan itu mencakup perluasan inisiatif zona percontohan, penyelesaian sengketa perbatasan yang masih belum terselesaikan, serta upaya mewujudkan perjanjian perdamaian dan keamanan yang komprehensif antara Israel dan Lebanon.

"Zona percontohan pertama ini merupakan peluang konkret untuk mewujudkan kemajuan nyata di lapangan, memulihkan kewenangan negara Lebanon melalui pelucutan senjata organisasi-organisasi teroris yang dapat diverifikasi, serta membangun kepercayaan yang diperlukan untuk langkah-langkah selanjutnya," kata pejabat tersebut.

Dia menambahkan pelajaran yang dipetik dari zona percontohan awal akan membantu menyempurnakan proses implementasi sebelum diperluas secara bertahap.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Israel-Lebanon siap negosiasi lanjutan ditengahi AS di Roma

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.