Jakarta -

Makanan sisa di kulkas belum tentu masih aman dimakan. Jika mulai bau asam, berlendir, hingga wadahnya menggembung, bisa jadi makanan sudah basi.

Menyimpan makanan sisa di kulkas menjadi cara praktis agar makanan bisa disantap kembali. Namun, menentukan apakah makanan tersebut masih aman dikonsumsi ternyata tak cukup hanya dengan mencium aroma atau melihat tampilannya.

Banyak bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit tidak mengubah bau, rasa, maupun tampilan makanan. Karena itu, kondisi makanan dan cara penyimpanannya perlu diperhatikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar pangan mengungkap beberapa perubahan yang bisa menjadi tanda makanan sisa di kulkas sudah rusak dan sebaiknya segera dibuang agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Dilansir dari Eating Well (02/09/2026), berikut lima tanda makanan yang disimpan di kulkas sudah basi.

1. Muncul Aroma Asam atau Aneh

5 Cara Tepat Menaruh Makanan di Setiap Bagian KulkasMakanan di Setiap Bagian Kulkas Foto: Getty Images

Aroma yang berubah menjadi asam, tengik, atau tidak sedap merupakan salah satu tanda paling mudah dikenali ketika makanan mulai rusak.

Pakar keamanan pangan Krizella Pascua menjelaskan bahwa perubahan aroma dapat terjadi ketika bakteri atau jamur mulai menguraikan makanan.

"Jika makanan sisa berbau aneh atau asam, artinya bakteri atau jamur sedang menguraikan makanan tersebut," jelas Pascua.

Proses penguraian protein, lemak, dan karbohidrat dapat menghasilkan senyawa berbau tidak sedap. Jika aroma makanan terasa berbeda ketika wadah dibuka, sebaiknya jangan dikonsumsi meskipun makanan baru disimpan beberapa hari.

2. Teksturnya Berlendir atau Lengket

7 Tips Menyimpan Makanan di Kulkas Agar Tak Cepat BusukTekstur makanan di kulkas. Foto: Getty Images/iStockphoto/JulieAlexK

Selain aroma, perubahan tekstur juga bisa menjadi tanda makanan sisa sudah tidak layak dikonsumsi. Permukaan makanan yang terasa berlendir atau lebih lengket dari biasanya dapat menunjukkan mikroorganisme telah berkembang biak.

Kondisi ini sering ditemukan pada makanan berprotein seperti ayam matang, ikan, dan daging olahan, tetapi bisa terjadi pada makanan lainnya.

"Jika teksturnya terasa berlendir atau lengket, mikroba telah berkembang biak di permukaannya dan makanan sebaiknya dibuang," ujar Pascua.

Mengonsumsi makanan dalam kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk diare, muntah, atau demam.

3. Terlihat Bercak Jamur

Roti yang sudah lama dan jamuranRoti yang sudah lama dan jamuran Foto: Thinkstock

Bercak jamur menjadi tanda yang cukup jelas bahwa makanan sudah mengalami kerusakan atau sudah tidak layak dikonsumsi. Namun, bagian yang terlihat ternyata belum tentu menunjukkan keseluruhan jamur yang berkembang pada makanan.

"Beberapa jenis jamur menghasilkan racun yang dapat membahayakan hati atau sistem kekebalan tubuh," jelas Pascua. Karena itu, membuang atau memotong bagian makanan yang berjamur saja belum tentu membuat sisanya aman dikonsumsi.

Pertumbuhan jamur secara mikroskopis dapat menjalar lebih dalam, terutama pada makanan yang lembut dan lembap. Jika jamur muncul pada makanan sisa, pilihan paling aman adalah membuang seluruh isi wadah tersebut.

4. Warna Makanan Berubah

Perhatikan juga perubahan warna sebelum menyantap kembali makanan yang disimpan di kulkas. Warna yang terlihat tidak biasa, berubah, atau muncul bercak dapat menjadi salah satu tanda makanan mulai mengalami kerusakan.

"Jika warnanya terlihat tidak biasa atau berbintik, kondisi tersebut sering menandakan terjadinya perubahan akibat mikroba atau reaksi kimia," ujar Pascua.

Perubahan warna dapat disebabkan oleh oksidasi, aktivitas enzim, maupun pertumbuhan mikroorganisme. Meski tidak setiap perubahan warna berarti makanan berbahaya, kondisi ini patut diwaspadai, terutama jika dibarengi aroma aneh, tekstur berlendir, atau tanda kerusakan lainnya.

5. Wadah Menggembung atau Makanan Berbuih

7 Tips Menyimpan Makanan di Kulkas Agar Tak Cepat BusukMakanan di kulkas. Foto: Getty Images/iStockphoto/JulieAlexK

Wadah makanan yang tiba-tiba menggembung juga tak boleh disepelekan. Begitu pula jika makanan mengeluarkan gelembung atau busa yang sebelumnya tidak ada.

Kondisi tersebut dapat menunjukkan mikroorganisme sedang berkembang dan menghasilkan gas di dalam wadah. "Jika makanan berbuih, mengeluarkan gelembung, atau wadahnya menggembung, mikroba sedang menghasilkan gas di dalamnya," jelas Pascua.

Menurutnya, mengonsumsi makanan tersebut berisiko menyebabkan infeksi serius akibat bakteri seperti Salmonella atau E. coli. Tanda ini perlu lebih diperhatikan pada wadah tertutup karena penumpukan gas dapat membuat kemasan atau tutupnya terlihat menonjol.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)