Jateng meraih pembina terbaik pelajar pelopor keselamatan lalu lintas
Jateng meraih pembina terbaik pelajar pelopor keselamatan lalu lintas
Sabtu, 19 September 2026 07:44 WIB
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jateng Erry Derima bersama para siswa-siswi usai menerima penghargaan pembina terbaik I pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Tingkat Nasional. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Pembina Terbaik I pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional 2026.
“Harapan-harapan kita bahwa adik-adik pelajar pelopor keselamatan, baik yang juara di tingkat kabupaten, provinsi, atau tingkat nasional, mereka menjadi pelopor-pelopor keselamatan. Misalnya di sekolahnya, di lingkungan tempat tinggal, di keluarga,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jawa Tengah Erry Derima di Semarang, Jumat.
Menurut Erry, penghargaan tersebut merupakan hasil pembinaan pelajar yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Salah satu hasil pembinaan itu terlihat dari prestasi pelajar perwakilan Jawa Tengah dalam ajang tersebut. Fulvya Nasywa Mauliatuzzahra, siswi SMA Al Azhar Sukoharjo, meraih Juara II melalui karya tulis ilmiah.
Karya tulis ilmiah tersebut berjudul “Smart Environment Noise Yard Automatic Protector Berbasis AI dan IoT untuk Pengendalian Kendaraan Berknalpot Tidak Standar”.
Erry mengatakan pembinaan pelajar tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan prestasi dalam perlombaan, tetapi juga mendorong pelajar pelopor menjadi agen keselamatan lalu lintas di sekolah, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dishub Jawa Tengah melakukan berbagai bentuk pembinaan ke sekolah-sekolah. Edukasi juga diberikan melalui kegiatan apel pada hari-hari tertentu dengan menggandeng Dinas Pendidikan.
Pembinaan juga diberikan kepada anak usia dini melalui edukasi kepada pelajar taman kanak-kanak dengan metode yang disesuaikan dengan usia.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan rambu lalu lintas dan tempat menyeberang menggunakan media pembelajaran, termasuk boneka.
“Selain itu juga kepada pelajar-pelajar yang lain, misalnya dari TK dengan menggunakan boneka. Kita ajari adik-adik yang masih usia TK mulai mengenal rambu, mengenal tempat menyeberang dan sebagainya,” katanya.
Selain edukasi di sekolah, Dishub Jawa Tengah bekerja sama dengan salah satu pabrikan sepeda motor yang memiliki fasilitas safety riding center di Kota Semarang.
Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk memberikan pembelajaran kepada pelajar mengenai cara berkendara yang benar dan berkeselamatan.
“Ini sedang kita coba nanti ke beberapa sekolah. Jadi, minimal ada waktu adik-adik itu juga mengenal cara berkendara yang benar atau yang berkeselamatan,” katanya.
Dalam ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2026, peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek.
Penilaian meliputi tes tertulis tentang lalu lintas dan angkutan jalan, karya tulis ilmiah beserta alat peraganya, keaktifan peserta, video keselamatan singkat, serta kelengkapan administrasi.
Erry menambahkan penguatan edukasi keselamatan lalu lintas penting dilakukan karena fatalitas kecelakaan masih tinggi dan sebagian korban berasal dari kelompok usia produktif.
Karena itu, pembinaan pelajar diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kebiasaan berlalu lintas yang berkeselamatan.
“Dengan upaya-upaya kita memberikan edukasi, upaya pembelajaran safety riding, itu paling tidak harapan kita bisa meminimalkan atau mengurangi fatalitas korban kecelakaan,” katanya.
Baca juga: Legislator: Ekspor minyak sawit jangan mengorbankan kebutuhan nasional
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.