Jateng: Tiga juta liter air bersih didistribusikan ke wilayah kekeringan

Kamis, 16 Juli 2026 14:18 WIB

Image Print

Pemprov Jateng disitribusikan air bersih ke wilayah kabupaten yang mengalami kekeringan, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan sekitar tiga juta liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah kekeringan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Batang, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya bersama bupati, wali kota telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih.

"Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping (pemetaan). Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanganggulangan Bancana Daerah (BPBD) Jateng, sebanyak belasan kabupaten/kota menetapkan status siaga yaitu Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, Kota Salatiga dan Kota Tegal.

Menurut dia, data hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait dan penangananya akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah.

"Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya," katanya.

Ia menyebutkan sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 3.258.000 liter melalui 660 tangki kepada 30.378 keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten yang telah mengalami kekeringan.

Sebanyak 15 kabupaten tersebut adalah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Semarang, dan Pemalang.

Ia mengatakan penanganan air bersih tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jateng tetapi juga berkolaborasi dengan pemkab setempat, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, dan BUMD Tirta Satria melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan Jawa Tengah dalam menghadapi bencana.

Bahkan, Pemprov Jateng telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 9 Juni 2026," katanya.

Ia menegaskan surat edaran ini menjadi pedoman untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

"Dengan pemetaan yang sudah tersedia, Luthfi meminta setiap daerah segera menyiapkan langkah operasional agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.