Jaya Raya Borong 4 Gelar, Susy Susanti: Komitmen Bina Atlet Muda
Jakarta -
PB Jaya Raya memborong empat gelar dari kejuaraan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026. Hasil ini sekaligus mempertahankan gelar juara umum yang diraih edisi sebelumnya.
Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, sejak 7-12 Juli, tuan rumah memborong 4 gelar dari 14 nomor yang dimainkan.
Empat gelar juara Jaya Raya dipersembahkan oleh Alvin Jefferson Kusuma (Tunggal Putra U-17), Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Arybka Okta Disabian (Ganda Putra U-17), Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Ganda Campuran U-17), serta Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Ganda Putra U-19).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum PB Jaya Raya Susy Susanti mengatakan pencapaian ini bukti komitmen klub dalam pembinaan jangka panjang.
"Kami bersyukur bisa kembali menjadi juara umum. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang solid antara para pemain, pelatih, pengurus klub, serta dukungan penuh dari Yayasan Pembangunan Jaya Raya," ujar Susy dalam rilisnya, Selasa (14/7/2026).
"Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan turnamen ini secara konsisten untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan para pebulu tangkis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," lanjutnya.
Muhammad Zilazik Artando Zakaria tampil sebagai bintang Jaya Raya dengan 2 gelar sekaligus. Ia juara Ganda Putra U-17 bersama Arybka Okta Disabian dan Ganda Campuran U-17 bersama Afizzah Rahmadhani.
"Alhamdulillah bisa juara di ganda putra dan ganda campuran. Capek dan lelah terbayar dengan prestasi. Penonton yang ramai menjadi tambahan semangat untuk terus berjuang," kata Zilazik.
Satu gelar lainnya dari tunggal putra U-17 diraih Alvin Jefferson Kusuma. Ia menundukkan wakil Jepang Taisei Kushima 24-22, 22-20.
"Puji Tuhan bisa juara lagi setelah 2024. Terima kasih kepada pelatih, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung saya," ujar Alvin.
Gelar keempat disumbang pasangan Ganda Putra U-19, Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang yang menang rubber game atas unggulan teratas.
Selain Jaya Raya, Djarum Kudus dan Thailand sama-sama mengoleksi 3 gelar. Jepang dan Hong Kong masing-masing 2 gelar.
Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya Budi Karya Sumadi menilai teknik atlet Jaya Raya sudah baik. Pekerjaan Rumah (PR) ke depan adalah peningkatan fisik.
"Teknik bermain atlet-atlet Jaya Raya pada dasarnya sudah baik. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan speed, power, dan kekuatan otot agar mampu bersaing menghadapi perkembangan prestasi pemain internasional," ujarnya.
"Dengan bekal itu, mereka akan lebih siap ketika memasuki Pelatnas," lanjutnya.
Momentum Lahirnya Generasi Bulutangkis
Sementara itu, Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian mengatakan turnamen junior internasional seperti ini menjadi sarana penting dalam proses regenerasi atlet nasional.
Menurutnya, selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga merupakan ajang pemantauan bakat bagi tim pencari bakat PBSI untuk melihat potensi pemain-pemain muda dari berbagai daerah maupun negara.
"Semakin banyak peserta dari berbagai negara, kualitas persaingan akan semakin meningkat. Ini menjadi momentum bagi pelatih untuk mengevaluasi kebutuhan atlet serta mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing di level dunia," ujar Eng Hian.
Dengan mempertahankan gelar juara umum, Jaya Raya kembali menegaskan perannya sebagai salah satu barometer pembinaan bulu tangkis junior di Asia.
(mcy/aff)