Liputan6.com, Jakarta - Kemenangan telak Timnas Italia 4-1 atas Turki pada laga UEFA Nations League, Selasa (29/9) dini hari WIB, tidak hanya menyisakan cerita soal pesta gol di lapangan. Pertandingan sengit tersebut juga menjadi panggung terciptanya momen emosional dan bersejarah bagi keluarga Esposito.

Francesco Pio dan Sebastiano Esposito, jadi pasangan kakak-beradik keempat yang tampil dalam pertandingan yang sama untuk Italia, setelah Filippo dan Simone Inzaghi (dua kali pada tahun 2000), Aldo dan Luigi Cevenini (sekali pada tahun 1915), serta Giuseppe dan Felice Milano (tiga kali antara tahun 1912 dan 1913).

Francesco Pio Esposito mengungkapkan bahwa ia memiliki dedikasi khusus bagi keluarganya setelah mencetak gol dalam kemenangan tandang 4-1 Italia atas Turki. Performa apik sang adik menjadi pelengkap sempurna bagi malam bersejarah keluarga mereka di panggung internasional.

Hasil positif ini sekaligus membuktikan kebangkitan armada Italia yang tampil jauh lebih solid dan meyakinkan dibanding laga sebelumnya. Kemenangan tandang ini menjadi bukti nyata kesuksesan racikan strategi baru sang pelatih.

Gol dan Dedikasi untuk Sang Nenek

Italia Kubur Mimpi Israel Tampil di Piala Dunia 2026

Perbesar

Pemain Italia, Pio Esposito (kanan) melompat berebut bola dengan Or Blorian dari Israel selama pertandingan Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Bluenergy, Udine, Italia, Selasa 14 Oktober 2025 waktu setempat atau Rabu (15/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Ini merupakan transformasi total dibandingkan tim yang kalah 2-0 di kandang sendiri saat melawan Belgia, baik dari segi susunan pemain, dengan delapan perubahan, maupun performa di lapangan. Keputusan perombakan ini terbukti mendongkrak ketajaman lini serang.

Gli Azzurri tampak seperti tim yang berbeda sejak awal laga, langsung unggul 3-0 di Bursa berkat gol-gol dari Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, dan Michael Kayode. Keunggulan cepat ini membuat mental tuan rumah runtuh di paruh pertama.

Ketika Turki sempat membalas lewat aksi Baris Alper Yilmaz tak lama setelah babak kedua dimulai, Pio Esposito mencetak gol keempat Italia melalui sundulan memanfaatkan bola pantul dari tembakan Sandro Tonali yang sebelumnya membentur tiang gawang. Gol tersebut memadamkan momentum kebangkitan lawan.

"Saya ingin mempersembahkan gol ini untuk nenek saya yang sedang mengalami masa sulit; saya sangat ingin mencetak gol demi dirinya," ujar Pio Esposito kepada RAI Sport.

Pio Merayakan Juga Debut Kakaknya di Timnas Italia

Foto: Jay Idzes Dkk Petik Poin Penuh di Markas Cagliari

Perbesar

Dua gol kemenangan Sassuolo lahir melalui Armand Laurienté dan Andrea Pinamonti. Sementara satu-satunya gol balasan Cagliari dihasilkan Sebastiano Esposito. (Gianluca Zuddas/LaPresse via AP)

Tentu saja, sosok tersebut juga merupakan nenek dari kakak laki-lakinya, Sebastiano, yang malam itu menjalani debutnya bersama tim senior Italia. Momen kekeluargaan ini terasa kian manis berkat rekor langka yang mereka pecahkan.

"Saya ingat pengalaman pertama saya bersama tim senior Italia—karena itu baru terjadi tahun lalu—jadi saya berusaha untuk tidak menambah beban di pundaknya. Saya harap dia menikmati momen itu," kata Pio.

"Sungguh luar biasa bisa berbagi pengalaman ini dengannya, dan saya berharap bisa mengulanginya lagi di masa mendatang," kata bomber Inter Milan itu.

Pio kini telah mencetak enam gol dalam 11 pertandingan bersama tim senior Italia, menjadikannya pemain pertama setelah Giuseppe Meazza yang mampu mencetak enam gol sebelum menginjak usia 21 tahun.

Sumber: FotMob, Football Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Timnas Voli Indonesia vs Iran