Johnny Jansen nilai penggawa anyar Bali United masih perlu adaptasi
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Bali United Johnny Jansen menilai beberapa penggawa anyar tim asuhannya masih memerlukan waktu untuk beradaptasi bersama skuad Serdadu Tridatu menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu, Jansen menjelaskan para pemain baru harus memahami karakter kompetisi Indonesia, termasuk perbedaan cuaca dan tuntutan perjalanan antarkota.
"Liga di Belanda dan Indonesia memiliki perbedaan, terutama dari sisi cuaca. Dia sudah terbiasa berada di sini selama dua bulan, tetapi kondisi saat ini tetap memberikan pengaruh," kata Jansen.
Meski para penggawa anyarnya masih memerlukan waktu beradaptasi, Jansen tidak risau karena menilai perjalanan Bali United musim ini masih panjang.
Baca juga: Bali United raih tiga poin setelah tundukkan PSS Sleman
Pelatih berkebangsaan Belanda itu menjelaskan adaptasi bukan hanya soal mengenal rekan satu tim atau sistem permainan, sehingga ia mengingatkan anak-anak asuhnya untuk fokus ketika laga memasuki fase krusial.
"Ketika tim lawan memiliki momentum di akhir pertandingan, kami harus langsung switch on dan tetap fokus. Jangan sampai fisikalitas lawan membuat kami kehilangan konsentrasi dan kecolongan," ujar Jansen.
Jansen menjelaskan pengalaman pertandingan menjadi bagian penting dari proses adaptasi para pemain, termasuk merasakan langsung perbedaan lawan serta atmosfer kompetisi Indonesia.
"Kami sudah melakukan banyak hal selama pramusim. Kurang lebih delapan minggu menjadi waktu yang cukup panjang untuk membantu pemain baru memahami bagaimana rasanya bermain di Indonesia," ungkap Jansen.
Selanjutnya Bali United akan melakoni pekan kedua BRI Super League dengan menjamu Isenmulang FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (12/9) pukul 19.00 WIB.
Baca juga: Jefri ungkap suka cita debut di kasta tertinggi sepak bola Indonesia
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.