Serangan Meningkat Meski Ada Kesepakatan Perdamaian

Beberapa hari sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza telah menyetujui proses pelucutan senjata sebagai bagian dari implementasi rencana perdamaian 20 poin yang ditandatangani Israel dan Hamas pada Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut tidak hanya mengatur pelucutan senjata kelompok bersenjata, tetapi juga mewajibkan Israel menghentikan operasi militernya secara bertahap dan menarik pasukan dari Jalur Gaza.

Namun hingga kini, implementasi poin-poin tersebut dinilai belum berjalan sepenuhnya. Pemerintah Israel juga berulang kali menolak bagian dari kerangka perjanjian yang membuka peluang menuju pembentukan negara Palestina.

Trump pada Jumat lalu menyebut Israel menyambut baik kesepakatan tersebut dan menggambarkannya sebagai "langkah besar bagi Timur Tengah."

Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengumuman tersebut. Sejumlah pejabat Israel bahkan menyampaikan keberatan terhadap beberapa bagian dari rencana perdamaian tersebut.

Korban Terus Bertambah di Gaza

Alih-alih meredakan konflik, serangan Israel justru kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas warga Palestina sejak perang pecah kini mencapai sekitar 73.000 orang. Angka itu meningkat dari sekitar 67.000 korban saat gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu.

Di pihak Israel, lima personel militer dilaporkan tewas sejak gencatan senjata berlangsung, termasuk satu korban akibat insiden salah tembak.

Perang Gaza sendiri bermula setelah serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Utusan Perdamaian Desak Israel Hentikan Operasi Militer

Utusan utama Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat, Nickolay Mladenov, memperingatkan bahwa operasi militer Israel berpotensi menggagalkan seluruh proses perdamaian.

Dewan tersebut baru saja menerbitkan peta jalan berisi 15 langkah implementasi kesepakatan damai. Dokumen itu mencakup pembentukan pemerintahan teknokrat di Gaza, penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional, hingga program rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.

Mladenov dilaporkan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin dan meminta Israel menghentikan serangan di Gaza.

Namun, seusai pertemuan itu, seorang pejabat Israel menyatakan negaranya tidak akan menarik pasukan dari posisi yang saat ini dikuasai di Jalur Gaza dan akan terus melakukan operasi terhadap setiap ancaman terhadap warga sipil maupun tentaranya.

Menurut berbagai laporan, wilayah yang kini berada di bawah kendali militer Israel telah meluas hingga mendekati 70 persen wilayah Jalur Gaza, jauh lebih besar dibanding garis penarikan pasukan yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.

Sementara itu, Hamas sebelumnya menyatakan bersedia melucuti senjata hanya jika Israel menarik seluruh pasukannya ke garis yang telah disepakati dan menghentikan seluruh serangan militer.

Juli Jadi Bulan Paling Berdarah Tahun Ini

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Juli menjadi bulan dengan korban jiwa terbanyak di Gaza sepanjang tahun ini, dengan lebih dari 150 warga Palestina dilaporkan meninggal akibat serangan.

Sebagian besar serangan terbaru terjadi di wilayah barat Gaza yang menjadi tempat tinggal mayoritas dari sekitar dua juta penduduk wilayah tersebut.

Laporan BBC Verify sebelumnya juga menyebut sedikitnya 1.500 bangunan di wilayah yang dikuasai Israel dihancurkan setelah gencatan senjata diberlakukan.

Serangan Hantam Rumah dan Permukiman

Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 25 orang tewas dalam serangan akhir pekan.

Empat korban meninggal di Deir al-Balah. Serangan lain di kawasan Al-Mawasi menewaskan sepasang suami istri beserta anak mereka yang berusia sembilan tahun.

Di Kota Gaza, serangan terhadap sebuah apartemen juga menewaskan pasangan suami istri bersama seorang anak mereka.

Korban lainnya dilaporkan jatuh akibat serangan terhadap tenda pengungsian di dekat misi Mesir, sebuah kendaraan di kawasan Saraya Square, serta beberapa lokasi lain di Gaza City dan Jabalia.

Sementara itu, militer Israel menyatakan serangan di Deir al-Balah menargetkan dua komandan Hamas. Adapun serangan di Gaza City dan Jabalia disebut menyasar personel yang diklaim terlibat dalam aktivitas militer kelompok tersebut.

Sumber: Times