Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan bahwa kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Relawan SAPA memegang peran krusial di akar rumput untuk mencegah dan merespons kekerasan terhadap anak.

"Kita tidak hanya ingin melihat banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga ada perubahan yang terjadi, yaitu semakin kuatnya norma anti-kekerasan, semakin baiknya pengasuhan keluarga, semakin berdayanya anak, serta semakin responsifnya masyarakat ketika melihat adanya kekerasan terhadap anak," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Hal ini dikatakannya saat berdialog secara daring bersama kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Relawan SAPA dari berbagai daerah.

Menurut dia, forum ini menjadi sarana para kader untuk menyampaikan pengalaman, praktik baik, serta tantangan dalam upaya perlindungan anak di tingkat masyarakat.

Ia mengatakan PATBM telah menjadi instrumen penting dalam membangun ketahanan anak, keluarga, dan masyarakat.

"Gerakan ini menyentuh tiga lingkungan penting dalam kehidupan anak. Tidak hanya memperkuat kemampuan anak untuk mengenali haknya dan melindungi dirinya, namun juga memperkuat keluarga dan orang tua agar mampu memberikan pengasuhan yang aman, serta membangun masyarakat yang memiliki norma dan kepedulian untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Dialog bersama Menteri PPPA ini diikuti oleh 400 lebih partisipan PATBM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Arifah: Kader PATBM garda terdepan mencegah kekerasan anak

Pewarta: Anita Permata Dewi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.