Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah karyawan OpenAI mengumpulkan uang sebesar US$215.000 (Rp3,8 miliar) dan mendonasikannya ke sebuah komite aksi politik (super PAC) bernama 'Guardrails Alliance' untuk mendorong regulasi yang lebih ketat terhadap laboratorium-laboratorium AI unggulan.

Hal ini bertentangan dengan upaya OpenAI yang terus-terusan mengembangkan AI super canggih di tengah persaingan yang makin sengit. Raksasa AI juga selama ini memiliki sikap menantang terhadap wacana regulasi yang ketat.

Guardrails Alliance diluncurkan bulan lalu dengan total pendanaan awal sebesar US$5 juta (Rp90 miliar). Aliansi ini memosisikan dirinya sebagai gerakan populis yang didukung oleh pekerja sektor teknologi, serikat pekerja, dan berbagai kelompok lainnya, dikutip dari Wired, Kamis (16/7/2026).

Organisasi ini bertujuan menjadi penyeimbang bagi 'Leading the Future', sebuah super PAC pro-industri AI yang didanai dengan dana lebih dari US$100 juta (Rp1,8 triliun) dari para petinggi teknologi, termasuk presiden sekaligus salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Wired, tujuh karyawan OpenAI saat ini, serta satu mantan karyawan telah memberikan donasi kepada Guardrails Alliance. Super PAC tersebut secara eksklusif membagikan nama-nama sebagian donaturnya kepada Wired sebelum laporan kuartalan pertamanya kepada Komisi Pemilihan Umum Federal (Federal Election Commission) dipublikasikan pada 15 Juli 2026.

Dua karyawan OpenAI diperkirakan akan tercantum dalam laporan tersebut, sementara lima karyawan lainnya dijadwalkan akan disebutkan dalam pengungkapan informasi Guardrails Alliance di masa mendatang.

Salah satu donasi terbesar dari karyawan OpenAI datang dari Juan Felipe Cerón Uribe, yang menyumbangkan US$200.000 (Rp3,6 miliar) kepada kelompok penggalangan dana politik tersebut. Cerón Uribe, yang telah menjadi engineer riset di OpenAI sejak 2022, mengatakan kepada Wired bahwa ia telah menghabiskan empat tahun terakhir mengerjakan strategi perusahaan untuk memitigasi potensi dampak buruk AI terhadap masyarakat.

"Selama masa ini, saya merasa khawatir bahwa semua penelitian tersebut akan sia-sia jika tidak diwujudkan dalam bentuk mekanisme pengawasan (guardrails) yang menuntut pertanggungjawaban perusahaan swasta atas pengembangan AI yang bertanggung jawab," ujar Cerón Uribe dalam sebuah pernyataan.

"Para miliarder teknologi, seperti Greg Brockman, mendanai super PAC bernama Leading the Future agar AI tetap tidak diatur oleh regulasi. Saya sangat senang mengetahui bahwa Guardrails Alliance berupaya melawan LTF. Keputusan saya untuk memberikan donasi kepada mereka sangatlah mudah," ia menjelaskan.

Kontribusi dari karyawan OpenAI saat ini maupun mantan karyawan hanya mencakup sebagian kecil dari target besar Guardrails Alliance untuk menggalang dana sebesar US$15 juta (Rp270 miliar) pada siklus pemilihan umum ini. Jumlah tersebut juga tergolong kecil jika dibandingkan dengan komitmen dana sebesar US$50 juta (Rp902 miliar) yang diberikan oleh Brockman dan istrinya, Anna, kepada Leading the Future.

Namun, terlepas dari nilainya, donasi dari para karyawan OpenAI ini menyoroti ketegangan yang kian meningkat di dalam perusahaan terkait upayanya dalam membentuk kebijakan AI.

Donasi Brockman kepada Leading the Future telah memicu kekhawatiran di kalangan sebagian karyawan OpenAI, yang mendesak para eksekutif untuk menjelaskan hubungan perusahaan dengan super PAC tersebut. Pimpinan OpenAI sempat berupaya menjaga jarak dari kelompok itu, namun kini sejumlah karyawan menggunakan uang pribadi mereka untuk secara langsung melawan Leading the Future.

(fab/fab)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]