Kata Pramugari, Kalau Bisa Penumpang Tak Pakai Meja Lipat di Penerbangan
Jakarta -
Seorang awak kabin memberi peringatan kepada penumpang penerbangan. Kalau bisa, tak usah gunakan meja lipat untuk makan di pesawat.
Janae, seorang pramugari di sebuah maskapai memberi sebuah peringatan kepada penumpang pesawat lewat akun media sosialnya. Meja lipat yang ada di bangku setiap penumpang adalah pokok pembicaraannya.
Janae berkata bahwa meja lipat penumpang yang terlihat bersih sebenarnya jauh dari kata higienis. Penumpang harus tahu bahwa meja lipat tak hanya digunakan untuk makan, tapi juga sebagai meja bayi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang mengganti popok anak mereka di atas meja lipat pesawat; itulah sebabnya, sebagai pramugari, saya tidak pernah makan di atas meja tersebut ataupun meletakkan barang-barang saya di sana," ujarnya dikutip dari New York Post, Kamis (17/9/2026).
Jika terpaksa menggunakannya, Janae bahkan akan mengambil kantong plastik sampah baru dan membentangkannya di atas permukaan meja. Menurutnya, penggunaan tisu basah memakan waktu.
"Meskipun kita mengelapnya dengan tisu disinfektan (seperti Lysol), permukaan itu harus tetap basah selama 10 menit agar benar-benar efektif membunuh kuman," ucapnya.
Janae menyayangkan sikap orang tua yang sering menggunakan meja lipat untuk mengganti popok bayi. Menurutnya, sikap mereka termasuk tidak peduli dan sembarangan di tengah penerbangan.
"Mengapa orang melakukan ini? Mengapa orang mengganti popok kotor anak mereka di meja lipat tempat orang lain akan meletakkan barang dan makan? Karena mereka tidak berpikir panjang," cetusnya dengan nada kesal.
Dalam penerbangan, penumpang seringkali menyerahkan popok kotor bayi kepada awak kabin tanpa aba-aba. Janae mengatakan bahwa popok bayi harus dibuang dengan menggunakan sarung tangan.
Tak sedikit orang tua yang tersinggung dengan sikapnya. Namun Janae tak mau memperpanjangnya, biasanya ia akan memberikan kantong sampah kepada orang tua si bayi dan meminta mereka untuk mengurus sendiri popok itu.
Pengalaman mengajarkan segalanya, ia tak segan untuk menegur penumpang yang tidak menjaga kebersihan. Padahal awak kabin tidak seharusnya menangani sampah dari penumpang, termasuk kantong berisi muntah. Janae meminta agar penumpang mengedukasi diri sebelum naik ke pesawat.
"Cuci tangan setelah menggunakan toilet dan jangan berjalan di dalam kabin tanpa alas kaki," ungkapnya.
(bnl/ddn)