Kebakaran hutan melanda Canterbury di Selandia Baru
Islamabad (ANTARA) - Petugas pemadam kebakaran dengan menggunakan helikopter berjuang memadamkan kebakaran vegetasi di wilayah Canterbury, Selandia Baru, di tengah angin kencang yang mempersulit upaya pengendalian api tersebut.
Menurut media New Zealand Herald, seperti dikutip Anadolu, tim pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kebakaran hutan di O’Carrolls Road, Hawarden, Distrik Hurunui, setelah api dilaporkan muncul pada Minggu sore (23/8) waktu setempat.
Sebanyak 16 regu pemadam kebakaran dengan dibantu sebuah helikopter dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar di kawasan hutan tersebut.
Badan Pemadam Kebakaran dan Darurat Selandia Baru (Fire and Emergency New Zealand) menyatakan beberapa kebakaran vegetasi telah terjadi di berbagai wilayah Canterbury di tengah hembusan angin kencang.
Kondisi tersebut menyebabkan otoritas setempat mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak menyalakan api di luar ruangan.
Baca juga: Gelombang panas parah akan picu kebakaran hutan ekstrem Australia
Kebakaran lahan lainnya juga dilaporkan terjadi di Mount Culverden, di mana delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Sebelumnya, petugas pemadam kebakaran dari tujuh brigade merespons kebakaran pada tanaman semak di McQueens Valley Road, Gebbies Valley, dekat Christchurch.
Asisten Komandan Distrik Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Darurat, Brian Keown, mengimbau masyarakat untuk memeriksa kembali sisa-sisa pembakaran yang dilakukan dalam dua pekan terakhir guna memastikan tak ada bara api yang kembali menyala.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk tidak menyalakan api, karena angin kencang meningkatkan risiko api menyebar dengan cepat pada vegetasi kering.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Kebakaran landa Taman Nasional Tongariro Selandia Baru
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.