Kejuaraan Dunia: Ana/Trias dan Rachel/Febi Melesat ke Perempat Final, Ganda Putri Indonesia Jaga Asa Medali
Pasangan unggulan ke-13, Ana/Trias, mengukir kebangkitan luar biasa usai membanting pasangan tangguh asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, lewat pertarungan rubber game dengan skor akhir 20-22, 21-18, dan 21-12.
Trias mengatakan bahwa keberhasilan menerapkan skema permainan yang telah disiapkan menjadi salah satu kunci kemenangan mereka di laga Kejuaraan Dunia Bulutangkis kali ini.
Kendati lawan belum sepenuhnya kembali ke puncak performa, Trias mengakui kualitas pasangan unggulan kelima asal Malaysia tersebut sangat menguji mentalitas mereka.
"Alhamdulillah hari ini berjalan dengan baik. Apa yang sudah direncanakan bisa terlaksana. Mereka memang rasanya belum kembali ke performa terbaik, tapi kualitas mereka sebagai pasangan top sepuluh tidak bisa diragukan lagi. Tadi adalah laga yang tidak mudah bagi kami," kata Trias.
Sementara itu, Ana menjelaskan bagaimana adaptasi strategi menjadi kunci kemenangan mereka usai menelan kekalahan tipis di gim pertama akibat kendala hembusan angin di lapangan.
https://akurat.co/badminton/883490/kejuaraan-dunia-sabar-reza-dan-ana-trias-lolos-indonesia-sudah-kirim-7-wakil-ke-16-besar
"Kami sudah mempersiapkan mau bermain seperti apa dengan kondisi lapangan yang berangin. Awalnya kami mencoba bermain no lob, tapi itu malah tidak menguntungkan," kata Ana.
"Saat tertinggal kami berusaha mengubah pola permainan. Sayang sudah mengejar tapi lepas di gim pertama. Gim kedua dan ketiga kami lebih teguh dan lebih tahu lagi harus bermain bagaimana."
Kemenangan ini membawa Ana/Trias kini hanya berjarak satu langkah lagi untuk bisa mengamankan medali di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Kendati demikian, Ana menegaskan enggan terbebani oleh ekspektasi tersebut.
"Kami harus tetap fokus, menyiapkan lagi besok seperti apa dan lawan bagaimana. Tapi tidak perlu berpikir bahwa ini perempat final atau satu kemenangan lagi bisa mengamankan medali," tegasnya.
Rachel/Febi Melenggang Menyusul Mundurnya Unggulan Jepang
Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum, saat tampil menghadapi wakil Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di India, Kamis (20/8/2026). PBSI.
Di lapangan berbeda, nasib manis juga diraih pasangan ganda putri Indonesia lainnya, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Pasangan unggulan ke-12 tersebut dipastikan melangkah ke babak delapan besar usai ganda putri unggulan dua asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, memutuskan retired di gim kedua.
Rachel/Febi yang tampil sangat dominan di gim pertama menang telak 21-9. Laga kemudian terhenti saat pasangan Jepang memilih mundur di kedudukan 6-11 pada gim kedua.
Rachel mengaku bersyukur atas kelolosan ini meski merasa terkejut dan bersimpati atas kondisi yang dialami sang lawan di tengah lapangan.
"Bukan cara menang yang kami inginkan, tapi kami juga sejujurnya tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba tadi mereka menyatakan mundur. Tapi bila ada yang cedera, kami berharap tidak terlalu serius dan doa yang terbaik untuk Yuki/Mayu," jelas Rachel.
Rachel menambahkan bahwa sepanjang gim pertama, dirinya dan Febi sempat melancarkan evaluasi dari bentrokan mereka sebelumnya melawan pasangan veteran Jepang tersebut.
Lolosnya Rachel/Febi secara lebih awal memberikan keuntungan tersendiri dari segi ketahanan fisik. Febi bahkan menegaskan bahwa fokus mereka kini langsung dialihkan untuk laga krusial perempat final besok menantang wakil Tiongkok, Li Yijing/Luo Xumin.
"Besok lawan Li/Luo dari Tiongkok, kami pastinya mau nge-fight lagi dan memaksimalkan permainan. Hari ini lumayan ada waktu lebih untuk recovery," pungkas Febi.
Keberhasilan dua ganda putri Merah Putih menembus babak perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengamankan medali dari panggung bergengsi di New Delhi.