Kemenag Sulteng awasi pembangunan 34 madrasah program hasil terbaik cepat

Senin, 24 Agustus 2026 23:25 WIB

Image Print

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus melakukan pengawasan dan evaluasi pembangunan serta rehabilitasi sarana prasarana di 34 madrasah penerima Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) tahun 2026.

“Pengawasan PHTC dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, untuk melihat dan mengevaluasi pekerjaan, baik pembangunan gedung baru maupun rehabilitasi gedung,” kata Ketua Tim Sarana dan Prasarana, Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag (Sulteng) Muhammad Rusli di Palu, Senin.

Program multiyears yang digulirkan sejak 2025 itu mencakup enam madrasah negeri dan 28 madrasah swasta. Penerima bantuan tersebar dalam empat paket pekerjaan, yakni paket madrasah negeri sebanyak enam madrasah, paket Sigi 12 madrasah, paket Donggala–Tolitoli sembilan madrasah, serta paket Tojo Una-Una tujuh madrasah.

Ia menjelaskan pelaksanaan PHTC melibatkan koordinasi dengan Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan sarana prasarana madrasah dapat terlaksana dengan baik.

“Anggaran PHTC bersumber dari Kementerian Agama. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, pelaksanaannya dilakukan melalui Balai PUPR. Karena itu, koordinasi dan komunikasi antara pihak terkait terus kami lakukan,” jelasnya.

Menurut Rusli, sinergi antarlembaga diperlukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan memberikan hasil sesuai kebutuhan madrasah. Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah terus melakukan pemantauan sebagai bagian dari fungsi koordinasi dan pengawasan program di daerah.

Bentuk pembangunan dan rehabilitasi melalui PHTC meliputi ruang kelas, ruang guru atau kepala madrasah, aula, mes guru, toilet, serta revitalisasi sarana dan prasarana madrasah.

Sebanyak 72 madrasah sebelumnya mengusulkan bantuan PHTC. Setelah melalui proses penetapan sesuai kriteria program, sebanyak 34 madrasah ditetapkan sebagai penerima. Kriteria yang digunakan antara lain memiliki sekurang-kurangnya 60 peserta didik, terdaftar dalam sistem EMIS, memiliki status lahan yang tidak dalam sengketa, serta memiliki minimal satu bangunan dengan kondisi rusak berat.

Rusli berharap pelaksanaan PHTC ke depan semakin efektif sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh madrasah, khususnya peserta didik dan tenaga pendidik.

“Harapan kami, pelaksanaan PHTC ke depan dapat semakin baik, koordinasi semakin kuat, dan fasilitas yang dibangun dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran di madrasah,” katanya.

Selain pelaksanaan PHTC, kondisi sarana prasarana madrasah yang terdampak gempa bumi juga menjadi perhatian Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah. Gempa bermagnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya MAN Insan Cendekia Kota Palu, MAN 1 Poso, dan beberapa madrasah lainnya.

Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan pemantauan kondisi sarana prasarana madrasah terdampak untuk memastikan fasilitas pendidikan tetap aman dan mendukung keberlangsungan proses pembelajaran.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026