Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan Rp860 juta guna penanganan awal terhadap puluhan sekolah yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut secara langsung dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nagekeo.

Ia memastikan satuan pendidikan yang terdampak gempa di sejumlah wilayah di provinsi NTT akan mendapatkan prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan.

Selain memastikan dukungan melalui program revitalisasi, pihaknya juga menyalurkan bantuan awal berupa logistik dasar bagi satuan pendidikan dan warga sekolah terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada, yakni sebanyak 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan.

Baca juga: Mendikdasmen siapkan bantuan sekolah dan siswa terdampak gempa di NTT

Sebagai respon untuk penanganan awal, pihaknya menyiapkan dana tunai berbentuk voucher sebesar Rp860 juta bagi 61 sekolah yang terdampak bencana gempa tersebut.

“Kami tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Pihaknya terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang terdampak bencana guna mengetahui tingkat kerusakan. Pendataan tersebut, lanjutnya, juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan yang dapat diakomodasi melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026.” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Setelah proses pendataan dan perhitungan kebutuhan selesai, lanjutnya, Kemendikdasmen akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama.

Baca juga: Kemendikdasmen bagikan 100 tenda darurat sekolah terdampak gempa NTT

Menurutnya, pembangunan dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana disalurkan kepada sekolah.

“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SDK Rowa Agustina Kabha menyambut baik rencana revitalisasi bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti untuk memulihkan sarana dan prasarana sekaligus memastikan murid dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman.

“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Baca juga: Kemendikdasmen salurkan santunan bagi murid dan guru pascegempa NTT

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.