KemenHAM Babel edukasi nilai HAM bagi peserta CKG Arung Dalam - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengedukasi HAM kepada kelompok rentan peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Arung Dalam Kabupaten Bangka Tengah, guna meningkatkan pemahaman lansia dan perempuan di daerah itu.
"Kita berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman lansia dan perempuan yang merupakan kelompok rentan mengenai hak dasar, perlindungan diri, serta akses terhadap pelayanan publik yang berperspektif HAM," kata Sekretaris Dirjen Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia Kementerian HAM, Ratih Ekarini Savitri di Pangkalpinang, Sabtu.
Menurut dia, kegiatan edukasi nilai-nilai HAM kepada 215 warga lansia dan perempuan di Kelurahan Arung Dalam ini merupakan bentuk kolaborasi Kanwil Kemenham Kepulauan Babel dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, dalam meningkatkan pemahaman HAM dan kualitas kesehatan kelompok rentan di daerah itu.
"Kegiatan hari ini, kita bersama Pemkab Bangka Tengah tidak hanya melakukan sosialisasi HAM, CKG tetapi juga disertai pelayanan BPJS Kesehatan, Samsat Keliling, pembayaran PBB dan pasar tani murah, guna memberikan pelayanan publik berperspektif HAM kepada warga," jelasnya.
Ia mengatakan KemenHAM akan terus melakukan penguatan edukasi HAM berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman lansia dan perempuan mengenai hak dasar, perlindungan diri, serta akses terhadap pelayanan publik yang berperspektif HAM.
"Kita akan mengoptimalkan peran Penggerak HAM Kelurahan Arung Dalam menerima informasi dan laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran HAM, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, serta memfasilitasi tindak lanjut sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku," katanya.
Ia menambahkan untuk memastikan kelompok rentan ini mendapatkan pelayanan Kesehatan berbasis HAM, maka KemenHAM terus melakukan koordinasi dengan Puskesmas Koba dan kader kesehatan untuk mendorong pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemantauan kondisi peserta yang memerlukan perhatian medis, serta akses terhadap layanan kesehatan lanjutan sesuai kebutuhan.
"Kita ingin memastikan peningkatan akses pelayanan publik bagi kelompok rentan melalui koordinasi dengan instansi terkait agar lansia dan perempuan memperoleh informasi serta kemudahan akses terhadap layanan administrasi, jaminan kesehatan, perpajakan, dan pelayanan publik lainnya secara adil dan nondiskriminatif," ujarnya.
Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.