Kemenperin upayakan generasi muda jadi motor inovasi industri halal
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan generasi muda menjadi motor inovasi dan penguatan industri halal nasional agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, serta berdaya saing di pasar global.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari dalam Kuliah Umum pada Industrial Festival 2026 di Tangerang, Banten, Kamis menyampaikan kontribusi industri halal terhadap Industri Pengolahan Nonmigas mencapai 50,55 persen atau sekitar Rp1.102 triliun.
Ia menambahkan, ekspor produk industri halal Indonesia pada semester I 2026 mencapai sekitar 35,72 miliar dolar AS, dengan kontribusi terbesar berasal dari industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, kulit dan alas kaki, farmasi, serta perlengkapan dan peralatan rumah tangga.
Emmy menekankan pengembangan industri halal tidak cukup dimaknai sebatas pemenuhan sertifikasi, tetapi harus menjadi bagian dari peningkatan kualitas, keamanan, inovasi, keberlanjutan, dan daya saing produk.
Baca juga: Menperin: Industri halal RI ditopang konsumsi Muslim capai Rp5.974 T
“Halal bukan sekadar baseline compliance. Produk halal juga harus memberikan jaminan keamanan, higienitas, dan kualitas tinggi. Halal dapat menjadi nilai tambah dan meningkatkan daya saing karena menjadi bagian dari value proposition dan branding produk di pasar internasional,” ungkapnya.
Oleh arena itu, Kemenperin mendorong mahasiswa mulai berkontribusi melalui riset, prototipe, proyek kampus, produk sederhana, maupun kolaborasi. Menurut Emmy, inovasi dapat dimulai dari persoalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Masa depan industri Indonesia tidak cukup hanya kita tunggu. Masa depan itu harus kita bentuk bersama. Mahasiswa tidak harus menunggu suatu hari nanti untuk menjadi bagian dari perubahan. Mulailah dari kampus, dari bidang yang dikuasai, dan dari masalah yang paling dekat dengan kehidupan kita,” ucap Emmy.
Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan kreativitas, energi, gagasan, inovasi, karya, dan keberanian generasi muda untuk memulai.
Baca juga: BSI International Expo dorong industri halal Indonesia tembus global
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan keunggulan industri halal Indonesia yang ditopang besarnya pasar domestik dan kuatnya basis industri domestik, dengan estimasi konsumsi rumah tangga masyarakat Muslim pada semester I 2026 mencapai Rp5.974,9 triliun.
"Memiliki dua pendekatan kekuatan, yaitu pasar domestik yang besar, yang kedua ini juga menjadi keunggulan kita bahwa basis industri kita sudah kuat, dan sudah berkembang" kata Menperin dalam acara Industrial Festival x Halal Indo 2026 di Tangerang, Banten, Kamis.
Menurut dia, besarnya basis konsumen tersebut menjadi salah satu modal utama bagi Indonesia untuk mengembangkan industri halal sekaligus memperkuat posisi di pasar global.
Selain memiliki pasar domestik yang besar, Agus mengatakan industri halal Indonesia telah memasuki pasar global. Ekspor produk industri halal Indonesia tercatat sekitar 35,72 miliar dolar AS, sedangkan impornya mencapai sekitar 17,47 miliar dolar AS.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.