Kemenpora: Prestasi cabang olahraga mandiri tentukan dukungan ke depan

Rabu, 12 Agustus 2026 15:53 WIB

Image Print

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media sesuai melakukan rapat koordinasi untuk penyelenggaraan acara lari Merdeka Run 2026 di Jakarta, Jumat (31/7/2026). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan prestasi cabang olahraga yang berangkat secara mandiri ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dapat menjadi bahan penilaian pemerintah dalam menentukan dukungan untuk program berikutnya.

Terdapat tiga cabang olahraga dalam kontingen Indonesia yang menggunakan skema pendanaan mandiri pada Asian Games 2026, yakni tinju, anggar, dan tenis meja. Pendanaan ketiganya berasal dari federasi masing-masing serta dukungan mitra.

“Kalau ada yang berinisiatif berangkat mandiri, kami persilakan,” kata Erick di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.

Erick mengatakan hasil yang dicapai cabang-cabang tersebut tetap dapat diperhitungkan dalam indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi dasar pemerintah mengevaluasi program pembinaan olahraga.

“Apakah mereka akan dihitung sebagai bagian dari KPI untuk kegiatan ke depan? Itu bisa menjadi penilaian tersendiri,” ujarnya.

Menurut Erick, sistem tersebut memberikan kesempatan kepada cabang olahraga yang belum memperoleh dukungan pendanaan pemerintah untuk membuktikan kemampuan melalui prestasi.

Namun, ia mengatakan cabang olahraga yang menggunakan pendanaan mandiri belum tentu memperoleh bonus dari pemerintah meskipun mampu mencapai target di Asian Games.

“Kalau mencapai target, belum tentu ada bonus karena keberangkatannya mandiri,” katanya.

Kemenpora kini menerapkan pendanaan pelatnas berdasarkan KPI dengan menentukan secara spesifik cabang olahraga, nomor pertandingan, hingga atlet yang menjadi sasaran prestasi.

Erick menegaskan pemerintah tidak lagi memberikan dukungan pembinaan tanpa ukuran kinerja yang jelas karena setiap penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Sekarang di Kemenpora kita harus spesifik dan targeted. Semua harus ada penilaiannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia menetapkan sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga untuk memperkuat Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen juga diperkuat 148 pelatih dan ofisial serta 32 anggota tim Chef de Mission (CdM).

NOC Indonesia menegaskan perbedaan sumber pendanaan tidak membedakan target prestasi antara cabang olahraga yang dibiayai melalui APBN dan yang berangkat secara mandiri.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan seluruh atlet yang telah menjadi bagian Tim Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali.

Cabang olahraga yang berangkat mandiri juga tetap melalui evaluasi kesiapan atlet, peluang prestasi, dan aspek operasional. Mereka memperoleh pelayanan, koordinasi, serta dukungan kontingen yang sama selama Asian Games.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober.

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026