Timika (ANTARA) - Kementerian Pertanian mendukung penuh program pencetakan sawah rakyat seluas 14.000 hektare di Kabupaten Mimika, Papua Tengah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di wilayah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika Abdul Haris Sudharmono di Timika, Rabu, mengatakan awalnya Kementan merekomendasikan untuk membuka lahan persawahan rakyat di Mimika seluas 7.000 hektare mengingat potensi lahan yang sangat luas di Mimika.

"Untuk lahan seluas 7.000 hektare itu sudah berkontrak dengan Unipa Manokwari dari ITS Surabaya dalam hal pembuatan desain," jelas Haris.

Kemudian saat kegiatan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) XVII di Gorontalo beberapa waktu lalu, para petani dari Mimika bertatap muka dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan meminta penambahan luasan lahan sawah 7.000 hektare sehingga totalnya menjadi 14.000 hektare.

"Bapak Menteri Pertanian sudah menyetujui itu dan langsung memerintahkan dirjen untuk mengakomodasi pekerjaan desain lanjutan seluas 7.000 hektare," kata Haris.

Menindaklanjuti hal itu, katanya, sudah dilakukan kontrak pembangunan fisik pembukaan lahan cetak sawah seluas 9.000 hektare. Sementara 7.000 hektare untuk tahap kedua masih dalam proses pembuatan desain oleh pihak ITS Surabaya.

Menurut Haris, Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan dukungan penuh kepada Kementan untuk membuka lahan sawah rakyat di Mimika.

Semua kegiatan terkait pencetakan lahan sawah rakyat tersebut mulai dari penyediaan irigasi, pembukaan lahan, pembuatan jalan dan sarana prasarana lainnya termasuk penyediaan benih, pupuk, alat mesin pertanian, mesin penggilingan gabah akan dipenuhi oleh Kementan.

"Bahkan hingga pascapanen yaitu beras yang dihasilkan oleh petani akan dibeli oleh Bulog. Kami di daerah sebagai penerima manfaat program ini pasti memberikan dukungan penuh," ujarnya.

Adapun lokasi lahan pencetakan sawah rakyat di Mimika terbesar berada di Distrik Iwaka yaitu mencakup kawasan transmigrasi SP5, SP6, SP7 dan SP9 serta di wilayah sekitar Mapurujaya Distrik Mimika Timur.

Haris menegaskan lahan yang dikembangkan untuk sawah tersebut merupakan milik petani, bukan kawasan hutan.

"Kelompok tani di Mimika sudah siap, termasuk petani asli Papua karena yang kami usulkan yaitu CPCL (calon petani calon lahan), itu menjadi persyaratan. Lahan itu punya petani, pemerintah hanya membantu membuka lahan milik masyarakat," terang Haris.

Saat ini luas area persawahan di Mimika baru sekitar 500 hektare tersebar di Distrik Iwaka yaitu SP5 dan SP7 serta Mimika Timur.

Ketiadaan sarana irigasi yang memadai menjadi faktor penghambat belum maksimalnya program swasembada beras di Mimika. Padahal kawasan ini memiliki topografi lahan datar yang sangat luas didukung dengan curah hujan yang tinggi setiap tahun.

Pewarta: Rachmat J.
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.