Kementerian ESDM Kaji Usulan Storage BBM di Selayar, Disiapkan Jadi Hub Energi Timur
AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar untuk pembangunan fasilitas penyimpanan (storage tank) Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Selayar.
Dalam rencana usulan tersebut, estimasi kebutuhan harian daerah untuk BBM jenis Solar sekitar 30 hingga 50 KL dengan rencana kapasitas storage tank tahap awal sebesar 6.000 KL, sementara untuk BBM jenis Pertalite membutuhkan sekitar 20 hingga 40 KL per hari dengan kapasitas storage tank tahap awal sebesar 4.000 KL.
Untuk BBM jenis Pertamax, kebutuhan hariannya diperkirakan berkisar antara 5 hingga 10 KL dengan rencana kapasitas storage tank tahap awal sebesar 2.000 KL.
Secara keseluruhan, total estimasi kebutuhan harian daerah mencapai 70 hingga 90 KL per hari, dengan total kebutuhan kapasitas storage tank untuk ketiga jenis BBM tersebut sebesar kurang lebih 12.000 KL, sehingga kapasitas storage tank tahap awal yang direncanakan diperkirakan berada pada kisaran 10.000 KL hingga 30.000 KL.
Baca Juga: PLN Butuh 154 Juta Ton Batubara, Kementerian ESDM Genjot Percepatan Kontrak DMO
Sekretaris Ditjen Migas, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam menawarkan wilayahnya sebagai infrastruktur penyangga ketahanan energi nasional.
“Usulan dari Pak Bupati ini bisa menjadi salah satu titik alternatif yang sangat strategis untuk mengembangkan storage BBM di Indonesia, khususnya untuk memperkuat pasokan dan ketahanan energi di kawasan Timur Indonesia,” kata Rizwi dalam keterangannya, dikutip Senin (13/7/2026).
Rizwi menambahkan bahwa hasil pembahasan dari audiensi ini akan dilaporkan secara langsung kepada Direktur Jenderal Migas dan Menteri ESDM sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam perencanaan infrastruktur penyimpanan energi ke depan.
Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali pada kesempatan yang sama juga memaparkan urgensi pembangunan storage tank di daerahnya.
Sebagai wilayah yang terdiri dari 130 pulau (30 pulau berpenghuni) dan terpisah dari daratan utama Pulau Sulawesi, Selayar sangat bergantung pada kelancaran transportasi laut dari Terminal BBM Kota Makassar yang harus ditempuh melalui jalur laut dengan jarak tempuh sekitar 170 hingga 190 kilometer atau sekitar 8 hingga 10 jam pelayaran.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan RKAB Nikel Tak Naik Signifikan
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa hambatan distribusi musiman sering kali berdampak langsung pada stabilitas ekonomi masyarakat dan para nelayan.
“Karena itu, kami mengusulkan pembangunan storage tank agar pasokan di daerah kami aman, sekaligus kami menawarkan Selayar sebagai hub nasional karena letak kami pas berada di tengah jalur pelayaran internasional ALKI II dan ALKI III,” tuturnya.