Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Tim survei Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan lahan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur untuk pembangunan Sekolah Rakyat layak dikembangkan setelah memenuhi sejumlah persyaratan teknis sebagai lokasi pembangunan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tulungagung Efif Sakti Wibowo di Tulungagung, Jumat, mengatakan, tim Kementerian PU telah melakukan verifikasi lapangan dengan memeriksa kesiapan akses, utilitas, hingga kondisi lahan.

"Tim survei dari Kementerian PU sudah melakukan peninjauan dan memberikan respons positif terhadap lokasi yang kami usulkan," katanya.

Menurut Efif, pemeriksaan meliputi akses keluar masuk kendaraan angkutan material, ketersediaan jaringan listrik, sumber air, serta kondisi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan.

Ia menjelaskan akses menuju lokasi dinilai memadai karena dapat memanfaatkan jalur melalui Rusunawa Jepun. Sementara itu, pasokan listrik dan sumber air juga dinilai siap mendukung proses pembangunan.

Adapun lahan yang saat ini masih ditanami tebu dipastikan tidak lagi terikat perjanjian sewa sehingga siap digunakan ketika proses pembangunan dimulai.

"Lahan tersebut secara administratif sudah siap. Pemilik tanaman juga telah menyatakan kesiapannya apabila sewaktu-waktu pembangunan dimulai," ujarnya.

Pemkab Tulungagung mengusulkan lahan seluas sekitar 5,2 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Lahan itu terdiri atas dua bidang, yakni area utama di sisi selatan Rusunawa Jepun yang direncanakan menjadi lokasi gedung dan fasilitas pendidikan, serta bidang di bagian depan yang disiapkan untuk sarana olahraga.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses lelang proyek diperkirakan dimulai pada Oktober hingga November 2026, sedangkan pekerjaan konstruksi diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.

Pemkab menargetkan Sekolah Rakyat di Tulungagung dapat mulai direalisasikan pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.