Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyebutkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga 13 Agustus 2026 mencapai Rp1,58 triliun, sehingga dapat mendorong pengembangan UMKM di daerah ini.

"Pada tahun ini, pemerintah telah menyiapkan KUR sebesar Rp290 triliun, agar pelaku UMKM ini bisa naik kelas," kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan penyaluran KUR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga 13 Agustus 2026 sudah mencapai Rp1,58 triliun kepada 14.603 debitur UMKM yang disalurkan oleh 47 bank penyalur KUR di Kepulauan Babel.

Sementara itu, khusus penyaluran KUR di Kabupaten Bangka Tengah hingga 13 Agustus 2026 sebesar Rp19,3 miliar disalurkan kepada 1.936 debitur UMKM, sehingga dapat memperkuat permodalan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

"Kita berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk mensosialisasikan dan mengedukasi pelaku UMKM untuk bisa mengakses KUR ini," katanya.

Ia menyatakan pelaku UMKM untuk bisa mendapatkan KUR ini harus mengisi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di aplikasi SAPA ini merupakan sistem aplikasi pelayanan UMKM berbasis digital.

"Pelaku UMKM klaster dan petani cukup mengisi SIKP untuk mendapatkan KUR maksimal Rp500 juta dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan daerah ini," katanya.

Menurut dia saat ini pemerintah lebih mengarahkan penyaluran KUR tahun ini untuk sektor produktif, sehingga UMKM di Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bisa naik kelas dan bersaing di pasar global.

"Kami telah meluncurkan program holding UMKM untuk menaikkelaskan UMKM ini dalam satu paket, sehingga pelaku usaha mikro kecil tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan usahanya," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.