Senin, 17 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kapal pesiar J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan milik pihak swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung kegiatan pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga

"Kami jelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rico mengatakan kapal tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dalam mendukung program pemerintah, terutama distribusi logistik program ketahanan pangan.

Baca Juga

Menurut dia, kapal tersebut telah digunakan untuk mendukung distribusi logistik di sejumlah wilayah, antara lain Wanam di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.

Selain untuk distribusi logistik, kapal juga digunakan sebagai lokasi rapat untuk membahas teknis pelaksanaan program di lapangan.

Baca Juga

"Khusus di Wanam, Papua Selatan, karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut," katanya.

Rico juga menjelaskan pemasangan logo Kemhan pada kapal dilakukan untuk menandai bahwa kapal tersebut sedang digunakan untuk mendukung kegiatan kementerian.

"Jadi, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas," katanya.

Sebelumnya, keberadaan kapal J7 Explorer dengan logo Kemhan menjadi perhatian setelah beredar di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai status kepemilikannya.

Kemhan sebelumnya telah menjelaskan kapal tersebut merupakan milik swasta dan digunakan untuk mendukung operasi serta logistik program ketahanan pangan.

Dalam keterangan terpisah, pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam menyatakan J7 Explorer merupakan kapal miliknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapal berbobot 8.076 gross tonnage (GT) tersebut dibangun di Batam dan selesai pada 2022.

Menurut Haji Isam, J7 Explorer saat ini dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak untuk mendukung proyek pengembangan lahan pertanian di Wanam, Papua Selatan.

Halaman Selanjutnya

Kapal tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara bagi petugas dan tenaga ahli, serta pendukung rantai logistik di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur. (Ant)