Jakarta (ANTARA) - Generasi Z dikenal sebagai digital native yang menyukai segala sesuatu yang serba cepat, praktis, dan efisien. Karakteristik ini berdampak besar pada tren gaya hidup mereka, termasuk dalam urusan transaksi keuangan harian. Kebiasaan membawa uang tunai kini makin ditinggalkan.

Sebagai gantinya, metode pembayaran berbasis kode QR—khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)—berhasil mendominasi preferensi bertransaksi anak muda Indonesia.

Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia, QRIS berkembang bukan sekadar sebagai alat pembayaran, melainkan bagian dari identitas transaksi digital Gen-Z. Lantas, apa yang membuat metode ini begitu digemari oleh generasi muda?

1. Praktis dan bebas repot

Bagi Gen-Z, efisiensi waktu adalah segalanya. Membayar secara tunai sering kali memakan waktu, mulai dari menunggu uang kembalian hingga menghitung lembaran uang. Dengan QRIS, transaksi selesai hanya dalam hitungan detik. Pengguna cukup membuka aplikasi m-banking atau dompet digital (e-wallet), memindai kode QR di kasir, memasukkan PIN, dan pembayaran langsung berhasil.

Baca juga: BI catat 2,9 juta transaksi QRIS di Babel

2. Kompatibilitas lintas platform

Salah satu keunggulan terbesar QRIS yang paling diapresiasi Gen-Z adalah sifatnya yang universal. Sebelum ada QRIS, setiap penyedia e-wallet memiliki kode QR tersendiri, yang membuat meja kasir dipenuhi tumpukan akrilik pembayaran. Kini, satu kode QRIS dapat menerima pembayaran dari aplikasi apa pun, baik itu dari perbankan maupun dompet digital. Fleksibilitas ini sangat memanjakan Gen-Z yang sering kali memiliki lebih dari satu aplikasi keuangan.

3. Kemudahan akses diberbagai merchant

Kemudahan QRIS kini bisa ditemui di mana saja. Mulai dari kafe kekinian tempat nongkrong, festival musik, supermarket, hingga pedagang kaki lima dan UMKM di pasar tradisional sudah menyediakan QRIS. Luasnya jangkauan ini memudahkan Gen-Z untuk menerapkan gaya hidup cashless sepenuhnya tanpa khawatir tidak bisa bertransaksi.

4. Pencatatan keuangan otomatis

Gen-Z juga semakin sadar akan pentingnya financial awareness. Setiap transaksi QRIS langsung tercatat secara otomatis pada riwayat mutasi aplikasi. Hal ini memudahkan mereka untuk melacak pengeluaran harian, mengevaluasi anggaran bulanan, dan menghindari perilaku konsumtif tanpa perlu mencatatnya secara manual.

Kemudahan interaksi digital dan integrasi teknologi yang seamless menjadikan QRIS pilihan utama Gen-Z. Tren ini tidak hanya mengubah perilaku konsumen muda, tetapi juga mempercepat terbentuknya ekosistem masyarakat tanpa uang tunai (cashless society) yang inklusif dan efisien di Indonesia.

Baca juga: BI menjajaki potensi pengguna QRIS di Arab Saudi hingga Australia

Baca juga: BCA Digital: QRIS penopang utama volume transaksi digital hingga 2026

Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.