Kenapa NTT Rawan Gempa Bumi? Ternyata Ini Penyebabnya
Lantas, kenapa NTT sering gempa dan apa yang membuat wilayah Nusa Tenggara Timur rawan terhadap guncangan bumi?
Baca Juga: Bursa Mineral Mulai Berlaku 2027, Ini Komoditas yang Diperdagangkan
Kenapa NTT Sering Gempa?
NTT sering mengalami gempa karena wilayah ini berada dalam lingkungan tektonik yang sangat aktif. BMKG menyebut sumber gempa di NTT dapat berasal dari beberapa sistem tektonik, yaitu zona subduksi, Flores Back-Arc Thrust, serta sesar-sesar aktif di daratan.
Kondisi tersebut membuat sumber gempa di NTT tidak hanya berada di satu lokasi. Pergerakan dan interaksi struktur tektonik di sekitar wilayah Nusa Tenggara Timur dapat menghasilkan gempa dengan karakteristik dan lokasi yang berbeda.
Dengan kata lain, NTT rawan gempa bukan karena satu sesar saja, melainkan karena terdapat beberapa sumber gempa yang aktif di sekitar wilayah tersebut.
1. NTT Berada di Wilayah Pertemuan Lempeng Tektonik
Salah satu alasan utama NTT rawan gempa adalah posisi wilayahnya yang berada dalam zona pertemuan lempeng tektonik.
BMKG menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan di NTT berkaitan dengan interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Pergerakan lempeng tersebut dapat menyebabkan penumpukan energi di kerak bumi yang kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.
Selain menghasilkan gempa, aktivitas tektonik tersebut juga membentuk struktur geologi yang kompleks di kawasan Nusa Tenggara.
2. Ada Flores Back-Arc Thrust
Faktor penting lainnya adalah keberadaan Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik belakang busur Flores.
Struktur ini membentang di kawasan utara Flores dan merupakan salah satu sumber gempa aktif di wilayah Nusa Tenggara. BMKG menyebut Flores Back-Arc Thrust sebagai salah satu sumber gempa yang dapat menghasilkan guncangan kuat dan dangkal.
Gempa yang bersumber dari struktur dangkal perlu diwaspadai karena meskipun magnitudonya tidak selalu sangat besar, guncangannya dapat terasa kuat di wilayah yang berada relatif dekat dengan sumber gempa.
Karena itu, aktivitas Flores Back-Arc Thrust menjadi salah satu alasan mengapa wilayah Flores dan sekitarnya memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi.
Baca Juga: Kalender Jawa 15 Agustus 2026: Weton Sabtu Wage Punya Watak Teguh dan Setia
3. Ada Zona Subduksi di Selatan NTT
Selain sumber gempa di utara Flores, NTT juga berhadapan dengan zona subduksi di bagian selatan.
Pada zona ini, lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng lainnya. Proses tersebut dapat menghasilkan gempa besar dan, apabila memenuhi kondisi tertentu, berpotensi memicu tsunami. BMKG mencatat wilayah NTT memiliki ancaman gempa dan tsunami yang dapat berasal dari arah selatan maupun utara.
Karena itu, kerawanan NTT tidak hanya berkaitan dengan guncangan tanah, tetapi juga potensi bahaya tsunami di wilayah pesisir.
4. NTT Memiliki Sesar Aktif di Daratan
Sumber gempa di NTT juga tidak seluruhnya berasal dari laut. BMKG menyebut terdapat sesar-sesar aktif di daratan yang dapat menjadi sumber gempa bumi.
Keberadaan sesar aktif membuat sejumlah wilayah di NTT tetap memiliki potensi mengalami gempa meskipun lokasinya tidak berada tepat di dekat zona subduksi.
Aktivitas sesar tersebut merupakan bagian dari proses deformasi kerak bumi yang berlangsung dalam jangka panjang.
Apakah Semua Gempa NTT Berpotensi Tsunami?
Tidak semua gempa di NTT berpotensi tsunami.
Potensi tsunami dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain lokasi gempa, kedalaman, mekanisme sumber, serta apakah gempa menyebabkan perubahan atau perpindahan dasar laut secara signifikan.
Karena itu, gempa kuat sekalipun tidak otomatis menghasilkan tsunami. Sebaliknya, gempa tertentu dengan kondisi yang sesuai dapat memicu tsunami.
BMKG mencatat sejarah NTT menunjukkan adanya gempa besar yang pernah memicu tsunami dari kawasan utara maupun selatan wilayah tersebut.
Pada 15 Agustus 2026, misalnya, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami setelah gempa kuat mengguncang wilayah sekitar Mbay, Nagekeo. Data BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Gempa NTT Bisa Terjadi di Darat maupun Laut
Karakteristik tektonik NTT membuat sumber gempa dapat berada di darat maupun di laut.
Gempa yang berasal dari zona subduksi di selatan dapat memiliki karakter berbeda dengan gempa yang bersumber dari Flores Back-Arc Thrust atau sesar aktif lainnya.
Perbedaan sumber tersebut juga memengaruhi kedalaman, mekanisme gempa, kekuatan guncangan, serta potensi dampak yang ditimbulkan.
Itulah sebabnya masyarakat di NTT perlu memperhatikan informasi resmi BMKG setiap kali terjadi gempa, terutama mengenai lokasi episenter, kedalaman, magnitudo, potensi tsunami, dan kemungkinan gempa susulan.
Sejarah Gempa Besar di NTT
NTT bukan pertama kali mengalami gempa besar. Wilayah ini memiliki catatan sejarah kegempaan yang menunjukkan aktivitas tektonik tinggi.
BMKG mencatat gempa besar di utara Flores pada 12 Desember 1992 dengan magnitudo sekitar 7,8 yang memicu tsunami. Sementara itu, gempa besar di selatan Sumba pada 19 Agustus 1977 juga dikaitkan dengan tsunami besar.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman gempa di NTT berasal dari beberapa arah dan sumber tektonik.
Karena itu, pemahaman mengenai kondisi geologi wilayah menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Baca Juga: Misbakhun Ungkap Alasan LKPP Bakal Diubah Jadi Badan
Apakah Gempa NTT Bisa Diprediksi?
Gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara tepat mengenai kapan, di mana, dan berapa besar kekuatannya.
Yang dapat dilakukan adalah memantau aktivitas kegempaan, memetakan sumber gempa, memperkirakan tingkat bahaya, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa secara real time. Setelah gempa besar, aktivitas gempa susulan juga perlu diperhatikan karena dapat terjadi setelah gempa utama. Data BMKG pada 15 Agustus 2026 menunjukkan sejumlah gempa susulan terjadi di kawasan Flores dan sekitarnya.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa di NTT?
Masyarakat yang berada di wilayah rawan gempa perlu mengetahui langkah penyelamatan dasar.
Saat guncangan terjadi di dalam bangunan, segera lindungi kepala dan tubuh dengan berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh. Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan dengan tetap memperhatikan kondisi sekitar.
Masyarakat juga sebaiknya menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, retakan atau berpotensi roboh. Jika berada di wilayah pesisir dan merasakan gempa kuat atau lama, masyarakat perlu mengikuti arahan resmi mengenai potensi tsunami.
Yang tidak kalah penting, informasi mengenai gempa dan tsunami sebaiknya diperoleh dari sumber resmi seperti BMKG, bukan dari pesan berantai atau informasi yang belum terverifikasi.
Kenapa NTT Termasuk Wilayah Rawan Gempa?
Pada akhirnya, NTT rawan gempa karena memiliki tatanan tektonik yang kompleks. Wilayah ini dipengaruhi interaksi lempeng tektonik, zona subduksi, Flores Back-Arc Thrust, dan sejumlah sesar aktif di daratan.
Kondisi tersebut membuat gempa bumi menjadi salah satu ancaman bencana yang perlu diantisipasi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kesiapsiagaan, bangunan yang memenuhi standar ketahanan gempa, serta akses terhadap informasi resmi menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika gempa terjadi.
Baca Juga: NTT Gempa M 7,7 Hari Ini, 37 Gempa Susulan Terdeteksi BMKG
FAQ
Kenapa NTT sering gempa?
NTT sering mengalami gempa karena berada di wilayah tektonik aktif yang dipengaruhi interaksi lempeng, zona subduksi, Flores Back-Arc Thrust, dan sejumlah sesar aktif di daratan.
Apa penyebab gempa NTT?
Penyebab gempa NTT berkaitan dengan aktivitas tektonik, termasuk interaksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, Flores Back-Arc Thrust, zona subduksi, serta sesar aktif di daratan.
Apa itu Flores Back-Arc Thrust?
Flores Back-Arc Thrust merupakan sistem sesar naik aktif di kawasan belakang busur Flores yang menjadi salah satu sumber gempa di wilayah Nusa Tenggara.
Apakah gempa NTT bisa menyebabkan tsunami?
Sebagian gempa NTT dapat berpotensi memicu tsunami, terutama jika terjadi di laut dengan mekanisme dan kondisi tertentu yang menyebabkan perubahan dasar laut. Namun, tidak semua gempa di NTT otomatis menyebabkan tsunami.