Kesibukan Boby Tince Usai Usaha Travel Umrah Bangkut hingga Rugi Rp 2 M
Jakarta -
Komedian dan pesinetron Boby Tince, mengungkapkan kesibukan usai usaha travel dan umrahnya bangkrut hingga mengalami kerugian sampai Rp 2 miliar.
Selain menghabiskan waktu bersama anak-anak, ia lebih banyak berkegiatan di warung makan miliknya yang berada di rumahnya di kaki Gunung, Salak Kabupaten Bogor Jawa Barat.
"Jalan-jalan sama anak-anak. Terus saya sih lebih banyak waktu di warung sebenarnya. Kan aku ada usaha warung makan di rumah. Jadi di warung juga, jaga anak juga, ada sela waktu kita jalan dekat-dekat rumah. Jadi ngumpul juga sama ibunya anak-anak, kita quality time," kata Boby Tince di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah kesibukan mengelola usaha, Boby juga mulai mengajarkan anak-anaknya untuk membantu di warung. Namun, ia menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Boby, anak perempuannya lebih sering diarahkan untuk mengenal pekerjaan di dapur. Sementara untuk anak laki-lakinya, memilih mengikuti minat sang anak tanpa memberikan tekanan.
"Kalau yang cewek aku arahin lebih banget. Karena kalau cewek kan harus tahu dapur. Kalau dia, aku ikutin aja mood-nya. Sekarang paling minta tolong ambil ini atau itu. Tapi nggak terlalu fokus banget karena fokus dia adalah belajar," ujarnya.
Boby mengatakan, jika anak-anaknya sudah lebih siap dan memiliki waktu lebih banyak, ia berencana mengajarkan cara mengelola usaha warung makan.
Meski sudah gak lagi memegang usaha travel dan umrah yang dirintisnya, Boby mengaku tetap masih bersedia membantu masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai perjalanan ibadah umrah. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu bentuk syiar yang masih bisa dilakukan.
"Jadi kalau ada teman-teman yang konsultasi masalah per-umrah-an, tetap saya handle. Karena kan itu sama aja syiar secara nggak langsung ya. Nanya, 'Mas, oh ke biro apa, sama siapa,' ayo," ungkapnya.
Sebelumnya, usaha travel dan umrah yang dirintisnya mengalami kebangkrutan hingga rugi Rp 2 miliar. Kebangkrutan ini terjadi karena, kondisi keuangan perusahaan yang tidak sehat. Bobby menyebut biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulannya lebih besar dibandingkan pemasukan yang diterima.
(fbr/wes)