Ketidakseimbangan bakteri usus picu gangguan perilaku pada anak - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Direktur Medical and Scientific Affairs, Danone Indonesia Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menyampaikan bahwa kondisi kesehatan sistem pencernaan seperti ketidakseimbangan bakteri baik di usus pada anak berisiko pada gangguan perilaku.
Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara ketidakseimbangan gut microflora atau bakteri-bakteri baik yang seharusnya bertumbuh di sistem pencernaan pada anak yang jika tidak terpenuhi, maka dapat memberikan gangguan perilaku, gangguan kecemasan, bahkan sampai depresi tingkat awal.
"Bakteri-bakteri baik itu juga menghasilkan metabolit-metabolit yang dapat menginisiasi interaksi dengan otak. Jadi sistem pencernaan dan otak itu saling ngobrol dan kalau aksis atau obrolan mereka ini terganggu, maka salah satu gejala yang kelihatan adalah potensi gangguan perilaku pada si kecil,” kata Ray, saat ditemui media di Jakarta, pada Kamis.
Ray mengatakan bahwa pentingnya memastikan supaya gut microflora atau bakteri-bakteri baik yang ada di usus itu harus distimulasi.
Dalam hal ini berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian prebiotik atau makanan untuk bakteri baik dan probiotik sebagai bakteri baik itu sendiri perlu diberikan secara bersamaan yang dinilai efektif untuk memastikan supaya bakteri baiknya terjaga.
“Kombinasi itu ternyata sudah terbukti secara klinis merupakan pendekatan yang paling efektif untuk memastikan supaya bakteri baiknya terjaga, sistem pencernaan juga dipertahankan dan crosstalk dengan brain itu menjadi lebih lancar dan potensi gangguan tumbuh kembangnya itu bisa ditekan sekecil mungkin,” tutur dia.
Ray mengatakan prebiotik sebagai pemberi makanan, maka probiotik berperan sebagai teman atau bakteri baik yang ada di usus. Sementara itu, dari kombinasi keduanya dikenal sebagai sinbiotik.
Menurut dia, kombinasi bersamaan itu berdasarkan banyak penelitian menunjukkan bahwa ketika gut microflora atau gut microbiome atau bakteri baik yang sudah ada di usus diberikan makan dan teman sekaligus, mereka tidak saja tumbuh dengan lebih baik, bahkan mendekati variasi yang sama persis seperti ketika seorang anak mendapatkan ASI eksklusif dan kemudian mendapatkan makanan natural atau alami.
“Dan ini penting sekali untuk menjaga imunitas ya, daya tahan tubuh, proses belajar, dan juga perilaku yang baik buat si kecil,” ujar dia.
Lebih lanjut, Ray menambahkan pemenuhan asupan prebiotik itu paling gampang dapat diperoleh dari makanan sehari-hari lewat asupan serat. Sementara pada probiotik, asupannya di dapat dari makanan-makanan yang fermented atau fermentasi.
“Tetapi prebiotik dan probiotik itu gampang banget rusak, gampang banget tidak memberikan efek yang maksimal kalau dimakan sendiri-sendiri, kalau prosesnya tidak higienis,” ujar dia.
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.