Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Khofifah Indar Parawansa mengajak Pengurus Wilayah (PW) IKA Unair Bali menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui berbagai program strategis.

“Alumni memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung berbagai kekuatan. Kampus memiliki pakar ilmu pengetahuan, pemerintah memiliki kebijakan, dunia usaha memiliki pasar dan investasi. Jika semua itu dipertemukan melalui jejaring alumni, maka akan lahir berbagai inovasi yang memberikan manfaat lebih nyata bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat, mengatakan organisasi alumni tidak boleh berhenti sebagai wadah silaturahmi semata, tetapi harus menjadi jembatan strategis yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk melahirkan solusi pembangunan yang berdampak nyata.

Menurut dia, salah satu bentuk kolaborasi yang berpotensi dikembangkan IKA Unair Bali adalah penguatan sektor peternakan melalui program substitusi impor daging premium wagyu.

Ia menjelaskan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat ini telah membudidayakan sapi wagyu dan memiliki sekitar 6.000 straw semen beku sapi unggul yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan di berbagai daerah.

“Salah satu yang bisa kita usahakan adalah substitusi impor. Saya sampaikan bahwa saya rasa sangat banyak kebutuhan daging Wagyu di Bali. Selama ini 100 persen impor, padahal kita itu punya potensi,” katanya.

Khofifah menjelaskan peluang tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi dengan BBIB Singosari yang didukung tenaga inseminator dan pengawas kebuntingan berpengalaman sehingga pengembangan sapi berkualitas tinggi dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Kemudian di sini ada tim inseminator untuk melakukan inseminasi buatan, ada juga tim pengawas kebuntingan. Saya rasa itu akan sangat efektif untuk bisa dibudidayakan di Bali, karena kebutuhan pasarnya tinggi sekali, dan mahal,” katanya.

Pengembangan peternakan modern, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sementara itu, Ketua IKA Unair Bali I Nyoman Dhukajaya mengatakan nama Airlangga memiliki makna historis sebagai simbol persaudaraan antara Bali dan Jawa karena Raja Airlangga merupakan putra Raja Udayana dari Bali dan Mahendradatta yang kemudian membangun Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur.

“Sejujurnya kita tidak hanya sedang menyebut nama seorang rakyat besar, kita sedang menyebut sebuah jembatan peradaban yang menghubungkan Bali dan Jawa. Maka sesungguhnya setiap alumni Unair memiliki tanggung jawab moral untuk merawat semangat persaudaraan lintas daerah, lintas profesi, dan lintas generasi,” ungkapnya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.