Kinerja MIND ID Jadi Sorotan, Cetak Pendapatan Jumbo dan Naik ke Daftar 6 Perusahaan RI Terbesar
Senin, 21 September 2026 - 19:26 WIB
Jakarta, VIVA – Kinerja Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dalam menjalankan mandat strategis negara di sektor mineral dan batu bara dinilai cukup cemerlang. Hal itu akhirnya menempatkan MIND ID pada posisi keenam dalam pemeringkatan Fortune Indonesia 100 tahun 2026.
Baca Juga
Peringkat ini diklaim sebagai perkembangan positif MIND ID dalam memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan penerimaan negara melalui hilirisasi, industrialisasi mineral, serta pengelolaan sumber daya alam mineral.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Keuangan MIND ID Wahyu Suparyono mengatakan, MIND ID sedang mengoptimalkan berbagai upaya untuk meningkatkan skala usaha, kapasitas, dan manfaat ekonomi untuk Indonesia.
Baca Juga
Ditegaskannya bahwa peran ini sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Pencapaian ini merupakan bukti kehadiran MIND ID bersama seluruh Anggota Grup MIND ID dalam mengelola sumber daya mineral secara optimal, sekaligus memastikan kontribusi yang bagi perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Senin, 21 September 2026.
Baca Juga
Kinerja MIND ID sepanjang 2025
Sepanjang 2025, MIND ID mencatatkan total aset sebesar Rp307,66 triliun. Pendapatan perusahaan mencapai Rp159,46 triliun, sementara laba tahun berjalan tercatat Rp29,89 triliun.
Pada periode yang sama, MIND ID membukukan Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan Distributed Economic Value senilai Rp180,30 triliun. Nilai tersebut didistribusikan kepada negara, pekerja, mitra usaha, dan masyarakat.
Kontribusi langsung MIND ID kepada negara tercermin dari pembayaran dividen, pajak, serta berbagai kewajiban lainnya yang mencapai Rp32,82 triliun.
Sebagai perpanjangan tangan negara di sektor pertambangan, MIND ID mengelola sejumlah komoditas strategis nasional. Komoditas tersebut meliputi batu bara, nikel, bauksit, aluminium, tembaga, emas, hingga timah.
Pengelolaan komoditas tersebut terus diarahkan pada pembentukan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah proyek strategis juga terus dikembangkan. Di antaranya ekosistem bauksit, alumina, dan aluminium yang terintegrasi, fasilitas pemurnian dan pengolahan emas logam mulia, serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel.
Pengembangan berbagai proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperluas basis industri nasional, dan memperbesar kontribusi ekonomi dari sumber daya mineral Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Melalui peningkatan produksi, hilirisasi, dan pembangunan rantai nilai yang terintegrasi, sumber daya mineral Indonesia diarahkan untuk tidak hanya menjadi komoditas mentah yang bergantung pada pasar ekspor.