Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15 WIB

VIVA – Bagi pencinta musik Indonesia, nama Ernie Djohan tentu membawa kembali kenangan pada masa ketika lagu-lagu pop banyak diperdengarkan melalui radio dan televisi. Jauh sebelum era media sosial dan platform streaming, penyanyi seperti Ernie menjadi bintang yang begitu dikenal masyarakat.

Baca Juga

Ernie bahkan sudah masuk ke dunia musik sejak usianya masih sangat muda. Karier panjangnya kemudian melahirkan sejumlah lagu populer yang hingga kini masih dikenang. Salah satu yang paling melekat tentu saja Teluk Bayur, lagu yang kemudian menjadi identitas kuat dalam perjalanan musiknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ernie Djohan Sudah Bernyanyi Sejak Usia 11 Tahun

Baca Juga

Ernie Djohan sendiri lahir di Jakarta pada 6 April 1951. Ia merupakan putri keempat dari delapan bersaudara dari keluarga diplomat H.M. Djohan Bakhaharudin dan Siti Zanidar Djohan.

Bakat bermusiknya sudah terlihat sejak kecil. Ketika berusia 11 tahun, Ernie mengikuti Radio Talentime 1962 di Singapura. Pada tahun yang sama, ia berhasil menjadi juara pertama All Singapore's School Talentime.

Baca Juga

Kemenangan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang Ernie di dunia musik. Ia kemudian mendapat kesempatan melakukan rekaman di Phillips Recording Company, Singapura.

Pada masa awal kariernya, Ernie juga membawakan lagu dalam bahasa Inggris. Pengalaman di Singapura tersebut menjadi bekal penting sebelum namanya semakin dikenal di Indonesia.

Teluk Bayur Membawa Ernie ke Puncak Popularitas

Memasuki era 1960-an, nama Ernie Djohan semakin besar. Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi perempuan populer pada masanya dan memiliki banyak lagu yang menjadi hit.

Namun, Teluk Bayur menjadi karya yang paling kuat melekat dengan namanya. Lagu ciptaan almarhum Zaenal Arifin itu dirilis pada 1966 ketika Ernie masih berusia 15 tahun. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu kesuksesan terbesar sepanjang perjalanan kariernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Teluk Bayur, Ernie juga populer melalui lagu Kau Selalu di Hatiku, Senja di Batas Kota, Mutiara yang Hilang, Kenangan Manis Mesti Berlalu, Berikan Daku Jawaban, Mengapa Tiada Maaf, Jangan Biarkan Ku Sendiri, Jauh di Mata Dekat di Hati, Kunang-Kunang hingga Gambang Semarang.

Deretan lagu tersebut membuat nama Ernie identik dengan musik pop Indonesia era 1960-an hingga 1980-an.

Halaman Selanjutnya

Pernah Menghibur Tamu Negara