Komdigi: Masyarakat butuh informasi kredibel - ANTARA News Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyatakan masyarakat saat ini bukan hanya membutuhkan informasi yang disajikan secara cepat, melainkan juga kredibel dan menjadi rujukan.
"Mempertahankan kredibilitas menjadi tantangan. Publik menjadi kebingungan dan mencari medium yang kredibel, dan ini sebenarnya menjadi peluang bagi media," kata Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela lokakarya bertajuk "Membangun Media Lokal yang Berkelanjutan bagi kalangan wartawan yang digelar Komdigi bekerja sama dengan Tribun Network.
Ia menjelaskan, saat ini media tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang berkualitas, kredibel, dan menjadi rujukan masyarakat.
"Perubahan teknologi jangan sampai mengubah prinsip-prinsip jurnalistik. Tidak hanya media, tetapi juga influencer karena kita memiliki tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi," katanya.
Ia menambahkan, untuk mendukung keberlanjutan dan adaptasi, maka yang paling penting dilakukan industri media adalah meraih kepercayaan masyarakat.
Sementara, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto menyoroti tren "zero click" yang membuat masyarakat cukup membaca ringkasan informasi yang dibuat AI di mesin pencari tanpa membuka situs media.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada menurunnya trafik media, padahal produk jurnalistik lahir melalui proses kerja kolektif yang membutuhkan biaya dan tenaga.
"Hak cipta jurnalistik bukan sekadar informasi, melainkan hasil kerja kolektif yang harus dihargai secara ekonomi. Revisi Undang-Undang Hak Cipta diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap karya jurnalistik," ujar Yogi.
Pada kesempatan yang sama, Editor Online Manager Serambinews.com, Safriadi memaparkan pengalaman transformasi Serambi Indonesia dari media cetak menuju platform digital sejak 2017.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.