Komisi IX ajak semua pihak ambil peran dalam program 'Genting'
...mari kita tunjukkan bahwa semangat gotong royong bangsa Indonesia masih hidup dan kuat
Manado (ANTARA) - Ketua Komisi IX DPR-RI, Felly E. Runtuwene mengajak semua pihak ikut mengambil peran dalam program 'Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting' (Genting).
"Saya mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN dan BUMD, organisasi profesi, perguruan tinggi, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, komunitas, serta seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk mengambil bagian," kata Felly di Manado pada Kick Off Pekan Genting Provinsi Sulut di Manado, Senin.
Menurut Felly, untuk mulai berbagi tidak perlu menunggu memiliki banyak harta karena mungkin sederhana bagi kita, dapat sangat berarti bagi keluarga yang sedang membutuhkan.
"Sebagai mitra kerja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Komisi IX DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap program Genting." kata Felly menegaskan.
Melalui fungsi anggaran, Komisi IX DPR RI berkomitmen mengawal kecukupan anggaran untuk mendukung upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Selain itu, melalui fungsi pengawasan, Komisi IX juga akan memastikan agar pelaksanaan Genting tidak berhenti pada seremoni dan tidak hanya berjalan di wilayah yang mudah dijangkau.
Baca juga: Mendukbangga: Program Genting bantu rumah layak huni keluarga stunting
Komisi IX juga akan memastikan program Genting dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau keluarga berisiko stunting di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah terpencil.
Felly juga menambahkan, Komisi IX ingin keberhasilan Genting tidak semata-mata dihitung dari jumlah orang tua asuh atau besarnya bantuan yang diberikan.
Ukuran terpenting adalah berapa banyak keluarga yang benar-benar terbantu dan berapa banyak anak yang dapat kita lindungi dari risiko stunting.
"Dari Sulawesi Utara hari ini, mari kita tunjukkan bahwa semangat gotong royong bangsa Indonesia masih hidup dan kuat. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh sehat dan meraih masa depannya hanya karena keluarganya sedang berada dalam keterbatasan," katanya menambahkan.
Baca juga: Merajut asa Papua bebas stunting lewat program GENTING
Menurut Felly, pemerintah harus hadir, dunia usaha harus ikut peduli, masyarakat harus bergerak dan Komisi IX DPR RI akan terus mengawal agar negara memberikan dukungan yang diperlukan.
"Karena ketika kita menyelamatkan seorang anak dari stunting hari ini, kita bukan hanya membantu satu keluarga. Kita sedang menjaga kualitas generasi dan masa depan Indonesia," sebut Felly.
Angka prevalensi stunting di Provinsi berpenduduk lebih 2,7 juta jiwa tersebut turun dari 21,3 persen menjadi 20,8 persen.
Kick Off Program Genting di Sulawesi Utara juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan dan jajaran, Kepala Disdukcapil dan KB Daerah Provinsi Sulawesi Utara Christodharma Sondakh, para mitra, organisasi masyarakat, kader dan pendamping keluarga serta undangan lainnya.
Baca juga: Wamen BKKBN minta Program Genting diperluas hingga ke 3T Papua
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.