Kondisi Gunung Anak Krakatau Siang Ini-Melihat Dekat dari Kapal TNI AL
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi meteorologi di Gunung Anak Krakatau hari ini, Rabu (9/9/2026) dilaporkan berawan disertai angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut. Demikian mengutip laporan tim pengamatan gunung api PVMBG-Badan Geologi Kementerian ESDM, hasil pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB.
Suhu udara di lokasi dilaporkan 26-28.6 °C dan kelembaban udara 72-84%.
Untuk kondisi kegempaan dilaporkan low frekuensi, ada 2 amplitudo, sementara vulkanik dangkal ada 1 amplitudo. Durasi keduanya 5-8 detik dan 10 detik.
Saat ini, status Gunung Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga. Masyarakat/ pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
Melihat dari dekat, begini kondisi terkini Gunung Anak Krakatau
Terpisah, Tim BPBD provinsi Lampung melakukan pemantauan langsung lebih dekat ke Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan dari KRI Lepu-861, TNI Angkatan Laut, bersama unsur terkait.
"Dari KRI Lepu, mendekati Gunung Anak Krakatau. Tampak, erupsi awal masih terlihat, itu abu vulkanik berwarna kecoklatan. Inilah Gunung Anak Krakatau yang beberapa hari belakangan mengalami erupsi," kata Wahyu Hidayat yang disebut dari BPBD provinsi Lampung, dalam tayangan video yang diunggah kanal Instagram BPBD Lampung.
"Saya melaporkan dari KRI Lepu. Demikian saya melaporkan teramati Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu tipis dan asap. Semoga kita jauh dari bencana," tambahnya.
Video itu diunggah pada hari ini, Rabu (9/9/2026), sekitar 1 jam sebelum berita ini ditayangkan.
Takarir pada unggahan itu menyebutkan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Basarnas, serta Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan pemantauan langsung aktivitas Gunung Anak Krakatau dari KRI Lepu-861 milik TNI Angkatan Laut.
Disebutkan, berdasarkan hasil pemantauan langsung dan analisis citra RGB Himawari-9, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih teramati, ditandai dengan adanya asap dan abu vulkanik.
"Sebaran debu vulkanik teridentifikasi dari permukaan hingga ketinggian sekitar 7.000 ft atau ±2,1 km dan teramati bergerak ke arah barat laut, mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung," tulis BPBD provinsi Lampung.
Dijelaskan, pendekatan KRI Lepu-861 dalam mendukung pemantauan dilakukan atas izin pihak terkait dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta mengikuti SOP dan ketentuan yang berlaku.
"Pemantauan dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan informasi kondisi Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh secara aktual dan menjadi dasar kewaspadaan masyarakat," tambah BPBD Lampung.
"Tetap tenang, waspada, dan ikuti informasi resmi dari pihak berwenang," imbau BPBD provinsi Lampung.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]