KONI Kaltim terapkan distribusi anggaran 2026 melalui sistem klaster - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Timur menerapkan sistem klaster prestasi dalam penyaluran bantuan pendanaan anggaran 2026 bagi puluhan cabang olahraga.
Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, di Samarinda, Sabtu, menegaskan pembagian bantuan berdasarkan klaster prestasi itu merupakan sistem yang telah disepakati sejak kepengurusan sebelumnya.
Tujuannya, langkah memaksimalkan distribusi anggaran pembinaan atlet di tengah tantangan fiskal daerah.
Anderiy menjelaskan pengelompokan itu bertujuan agar pola pembinaan dan distribusi anggaran menjadi lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan capaian riil dari masing-masing cabang.
"Kami membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya bersama pelatih, pengurus, dan atlet agar setiap persoalan di lapangan bisa diselesaikan bersama," ujar Anderiy dalam forum koordinasi di Samarinda.
Berdasarkan rekam jejak prestasi pada dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir yakni PON 2021 Papua dan PON 2024 Aceh-Sumut, KONI Kaltim membagi puluhan cabang olahraga ke dalam empat tingkatan yakni andalan, unggulan, harapan dan pembinaan.
Untuk kluster andalan atau grade A, ada sembilan cabang olahraga yang konsisten meraih dua medali emas pada PON 2021 dan PON 2024, yakni gulat, layar, kempo, pencak silat, hoki, tarung derajat, angkat berat, angkat besi, dan catur.
Sementara, kluster unggulan atau grade B terdiri 12 cabang olahraga yang pernah meraih satu medali emas di PON, yakni panahan, binaraga, dancesport, cricket, kabaddi, kurash, gantole, balap motor, futsal, anggar, sepatu roda, dan bola tangan.
Adapun kluster harapan atau grade C terdiri dari 31 cabang olahraga yang dalam dua PON terakhir mampu meraih medali perak maupun perunggu.
Terakhir, kluster pembinaan atau grade D mencakup 16 cabang olahraga yang belum pernah meraih medali PON, termasuk cabang olahraga baru, ekshibisi, maupun cabang yang capaian prestasinya masih perlu ditingkatkan.
Total anggaran dana hibah yang disetujui untuk KONI Kaltim pada 2026 adalah sebesar Rp16,5 miliar.
Angka itu tergolong minimalis menyusul penyesuaian ketat anggaran akibat keterbatasan kemampuan fiskal daerah, jauh dari usulan awal pada APBD 2026 yang sempat diajukan sebesar Rp67,626 miliar.
Dari total dana hibah sebesar Rp16,5 miliar tersebut, pemanfaatan anggaran dibagi ke dalam beberapa pos utama yakni plafon bantuan cabang grade C dan D dialokasikan maksimal Rp3,745 miliar. Anggaran itu untuk mendanai 47 cabang olahraga yang masuk dalam Klaster Harapan dan Klaster Pembinaan.
Kemudian, plafon bantuan cabang grade A dan B dengan menggunakan skema porsi anggaran pembinaan khusus yang disesuaikan secara ketat karena kedua klaster ini merupakan tumpuan medali emas Kaltim.
Selanjutnya, dana stimulus kejuaraan provinsi digunakan untuk mendukung Kejuaraan Provinsi kategori Senior (maksimal Rp65 juta per cabang) dan Kejuaraan Provinsi Junior (maksimal Rp50 juta per cabang).
Sisa anggaran digunakan untuk membiayai operasional rutin organisasi KONI Kaltim beserta program pemetaan dan evaluasi prestasi atlet menuju PON XXII 2028.
Anderiy Syachrum menginstruksikan seluruh pengurus cabang olahraga untuk mandiri dan kreatif mengelola pembiayaan secara mandiri. Strategi itu diambil agar prestasi atlet Benua Etam tidak merosot akibat efisiensi anggaran pada tahun 2026.
Pewarta: Arumanto
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.