Konsul RI Songkhla: Pariwisata dan Konektivitas Kunci Memperkuat Daya Saing Kawasan IMT-GT
Bagikan:
JAKARTA - Pariwisata dan konektivitas menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Subkawasan Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT), kata Konsul RI di Songkhla Winardi H. Lucky.
Hal itu disampaikan oleh Konsul RI pada rangkaian The 19th IMT-GT Working Group on Tourism Meeting, The 2nd IMT-GT Tourism Forum, The 3rd IMT-GT Tourism and Transport Dialogue, serta IMT-GT Implementation Blueprint 20272031 Sectoral Consultation Workshop yang diselenggarakan di Satun, Thailand pada 3–4 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama subkawasan IMT-GT.
Konsulat RI di Songkhla menjadi bagian Delegasi RI pada rangkaian pertemuan kali ini yang dipimpin oleh Asisten Deputi Hubungan Antar Lembaga Internasional, Kementerian Pariwisata RI.
Rangkaian pertemuan membahas berbagai upaya untuk memperkuat sektor pariwisata di kawasan IMT-GT, mulai dari peningkatan konektivitas transportasi, diversifikasi destinasi wisata, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga penyusunan arah strategis Implementation Blueprint IMT-GT periode 2027–2031.

Konsul RI di Songkhla, Winardi H. Lucky, menegaskan sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarnegara sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Pariwisata dan konektivitas adalah kunci untuk memperkuat daya saing kawasan IMT-GT. Melalui kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand, kita tidak hanya membangun destinasi yang terhubung, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Konsul RI, melansir keterangan KRI Songkhla, Kamis (6/8).
Selain delegasi dari ketiga negara anggota, forum tersebut juga dihadiri oleh sejumlah organisasi internasional dan mitra strategis, antara lain Asian Development Bank (ADB), IMT-GT Uninet, dan IMT-GT Joint Business Council.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan.
Partisipasi aktif Delegasi RI dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat diplomasi ekonomi melalui kerja sama regional, membuka peluang kolaborasi baru, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang semakin terhubung, kompetitif, dan berkelanjutan.
Secara khusus Delegasi RI menegaskan perlunya memajukan pariwisata yang berkualitas melalui pemanfaatan digital platform dan “joint branding” serta fasilitasi investasi sektor wisata.
BACA JUGA:
Negara-negara IMT-GT menargetkan kunjungan wisatawan internasional rata-rata per tahunnya sebanyak 50 juta di tahun 2026 dengan dampak GDP per capita mencapai 17.985 di tahun yang sama yang terfokus pada sektor wisata, perdagangan lintas-batas dan logistik halal.
Konsulat RI di Songkhla akan terus mendukung berbagai inisiatif kerja sama di kawasan IMT-GT sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dengan Thailand dan Malaysia, sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat di ketiga negara.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+